Kota Bengkulu (ANTARA) - Seorang warganet membagikan curahan hati di media sosial X mengenai dampak penutupan Mega Mall Bengkulu terhadap kehidupan keluarganya. Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai respons warganet tentang kondisi ekonomi serta nasib para pekerja yang terdampak setelah pusat perbelanjaan itu tidak lagi beroperasi.

Dalam utas yang diunggah akun Dila @kudila_, ia menceritakan bahwa kedua orang tuanya telah lama bekerja di Mega Mall Bengkulu. 

Pekerjaan tersebut selama bertahun-tahun menjadi sumber utama penghasilan keluarga mereka. Namun setelah mall itu semakin sepi pengunjung dan akhirnya tutup, kondisi ekonomi keluarganya ikut terdampak.

“Keluargaku terdampak setelah Mega Mall Bengkulu sepi dan akhirnya tutup. Orang tuaku sudah lama bekerja di sana, dan penghasilan dari situ jadi sumber utama ekonomi keluarga kami,” tulisnya dalam unggahan di X pada Minggu (8/3/2026).

Ia menjelaskan, ketika pusat perbelanjaan tersebut berhenti beroperasi, pekerjaan orang tuanya juga ikut terhenti. 

Baca juga: Mantan Wali Kota Bengkulu dituntut 5 tahun penjara di kasus Mega Mall
Baca juga: Mantan Pj Wali Kota Bengkulu jadi saksi kasus korupsi Mega Mall

Tabungan keluarga yang sebelumnya disimpan untuk kebutuhan lain kini perlahan digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Saat ini, ayahnya berusaha mencari pekerjaan serabutan untuk tetap mendapatkan pemasukan. 

Sementara sang ibu mencoba membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kecil-kecilan dari rumah. Meski begitu, penghasilan yang didapatkan belum tentu stabil.

Dalam utasnya, Dila juga menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak hanya dialami oleh keluarganya saja. Banyak rekan kerja orang tuanya yang juga kehilangan pekerjaan dan hingga kini masih berusaha mencari sumber penghasilan baru.

“Bukan cuma keluargaku yang terdampak. Banyak teman kerja orang tuaku juga masih mencari pekerjaan baru sampai sekarang. Semoga ekonomi Bengkulu bisa kembali bergerak, dan kondisi kami bisa dilihat dengan lebih adil dan bijaksana," tulisnya.

Curahan hati tersebut juga memunculkan diskusi tentang dampak penutupan pusat perbelanjaan terhadap masyarakat.

Baca juga: Kejati Bengkulu sita 300 aset tersangka korupsi PAD dan TPPU Mega Mall
Baca juga: Kejati datangkan saksi ahli dari Kemendagri terkait korupsi Mega Mall Bengkulu


Banyak yang menilai bahwa ketika sebuah pusat ekonomi berhenti beroperasi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengelola atau pemilik usaha tetapi juga para pekerja dan keluarga mereka yang menggantungkan penghasilan dari tempat tersebut.

Kisah yang dibagikan Dila pun menjadi gambaran bagaimana perubahan kondisi ekonomi dapat berpengaruh langsung pada kehidupan masyarakat sehari-hari.

Mengenal Iran lewat kuliner Ramadhan



Pewarta: Vonza Nabilla Suryawan
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026