Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu membangkitkan kembali aktivitas ekonomi area Mega Mall Kota Bengkulu beserta pedagang-pedagang kecil yang kena imbas kasus korupsi membelit pusat perbelanjaan tersebut dengan gebyar UMKM.
"Gebyar UMKM, kita buat gebyar UMKM dengan karakter kuliner tempo dulu. Itu akan kita laksanakan di minggu pertama September 2025. Kita bekerja sama dengan Bank Bengkulu, rencana kita akan mengundang sekitar 100 UMKM berpartisipasi," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Bengkulu Eddyson, di Bengkulu, Selasa.
Pedagang kecil di Mega Mall kena imbas usai Penyidik Kejati Bengkulu terus melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan korupsi PAD Kota Bengkulu dari Mega Mall.
Proses hukum tersebut membuat situasi pusat perbelanjaan di Kota Bengkulu itu menjadi semakin sepi. Dampaknya, banyak pedagang kecil yang berjualan di sana mengalami kerugian.
Sejak berdirinya Mega Mall dan Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu pada 2004 hingga saat ini tidak ada PAD ataupun retribusi yang masuk ke kas daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu.
Kasus korupsi kebocoran PAD tersebut berawal dari lahan Mega Mall dan PTM Bengkulu beralih status dari Hak Pengelolaan Lahan (HPL) pada 2004 menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).
Kemudian SHGB tersebut dipecah menjadi dua, yaitu untuk Mega Mall dan PTM Kota Bengkulu, karena telah dipecah maka sertifikat hak guna bangunan tersebut dijadikan agunan ke perbankan oleh pihak ketiga, dan saat kredit menunggak SHGB kembali diagunkan ke perbankan lain hingga berutang pada pihak ketiga.
Kejaksaan tinggi melakukan proses hukum terkait dugaan korupsi tersebut pada 2025 ini, kejaksaan juga secara resmi melakukan penyitaan dengan memasang plang terhadap aset Mega Mall dan PTM Kota Bengkulu. Proses-proses tersebut tentunya berdampak pada pedagang yang berjualan di pusat perbelanjaan tersebut.
Oleh karena menurunnya aktivitas perekonomian di Mega Mall, Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Gebyar UMKM Kuliner Tempo Dulu sebagai upaya membantu menarik kembali masyarakat ke pusat perbelanjaan tersebut dan membantu pedagang kecil kembali bangkit.
"Kita ajak pedagang UMKM makanan tempo dulu dan juga yang lagi viral sekarang untuk ikut berpartisipasi. Gebyar ini bukan satu-satunya, setelah itu kita akan buat tahap ke dua dan selanjutnya, kita akan coba daya tarik lainnya pula di tahap-tahap berikutnya," ujar Eddyson.
