Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menargetkan realisasi investasi sebesar Rp63 miliar pada tahun 2026 dengan mengandalkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Rejang Lebong, Agus, mengatakan struktur ekonomi daerah yang masih didominasi sektor perkebunan rakyat serta ketiadaan sektor pertambangan menjadi pertimbangan utama dalam penetapan target tersebut.
“Target investasi tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp63 miliar. Angka ini realistis sesuai dengan potensi daerah yang bertumpu pada pertanian, UMKM, dan pariwisata,” kata Agus di Rejang Lebong, Senin.
Ia mengatakan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Bengkulu sempat mengarahkan target investasi sebesar Rp500 miliar. Namun setelah dilakukan evaluasi mendalam terhadap kondisi riil di lapangan, angka tersebut dinilai terlalu tinggi sehingga perlu disesuaikan agar lebih rasional dan terukur.
Menurut Agus, sektor UMKM menjadi salah satu kekuatan utama yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun.
Hal ini terlihat dari meningkatnya kesadaran pelaku usaha untuk melegalkan usahanya melalui perizinan resmi. Sepanjang tahun 2025, DPMPTSP setempat telah menerbitkan sekitar 500 Nomor Induk Berusaha (NIB).
Selain itu, potensi agrowisata di wilayah Rejang Lebong juga dinilai mampu menjadi daya tarik baru bagi investor. Dengan penguatan kedua sektor tersebut, Pemkab optimistis target investasi tahun 2026 tidak hanya tercapai, tetapi juga berpeluang melampaui capaian yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pewarta: Nur MuhamadEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026