Kota Bengkulu (ANTARA) - Kementerian Keuangan mencatat penyaluran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) puskesmas di Provinsi Bengkulu hingga awal April 2026 mencapai Rp18,37 miliar atau 19,05 persen dari total pagu Rp96,47 miliar sementara tiga daerah mengejar realisasi pemanfaatan program tersebut.

"Terkait realisasi penyaluran dana BOK puskesmas di Provinsi Bengkulu hingga hari ini, yaitu sebesar 19,05 persen atau Rp18,37 miliar dari pagu anggaran yang disediakan pemerintah pusat sebesar Rp96,47 miliar," kata Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bengkulu, Muhammad Irfan Surya Whardana, di Bengkulu, Selasa.

Ia mengatakan realisasi tersebut menunjukkan sebagian daerah telah memanfaatkan anggaran untuk mendukung operasional layanan kesehatan dasar.

Dana BOK digunakan untuk menunjang kegiatan puskesmas, terutama program prioritas kesehatan masyarakat serta peningkatan layanan preventif guna mengurangi kesenjangan pelayanan antara puskesmas dan rumah sakit.

DJPb Bengkulu mengimbau seluruh pemerintah daerah melalui dinas kesehatan agar segera mengoptimalkan pemanfaatan dana tersebut sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.

Secara rinci, tiga daerah kabupaten/kota masih berupaya merealisasikan penyaluran dana BOK dengan mengejar target pada periode berikutnya.

Daerah tersebut berupaya mencatatkan realisasi BOK sesuai ketentuan agar dapat menyerap anggaran, di antaranya Kabupaten Seluma dengan pagu Rp18,19 miliar, Kabupaten Bengkulu Utara Rp9,74 miliar, dan Kabupaten Mukomuko Rp6,85 miliar, sehingga perlu segera meningkatkan realisasi.

Sementara itu, sejumlah daerah telah mencatatkan realisasi yang cukup tinggi, di antaranya Kabupaten Bengkulu Tengah sebesar Rp3,28 miliar (29,90 persen), Kabupaten Kaur Rp3,28 miliar (29,98 persen), dan Kabupaten Bengkulu Selatan Rp2,71 miliar (30 persen).

Kemudian, Kabupaten Rejang Lebong mencapai Rp2,31 miliar (28,60 persen), Kabupaten Lebong Rp2,34 miliar (30 persen), Kabupaten Kepahiang Rp2,31 miliar (29,97 persen), serta Kota Bengkulu Rp2,11 miliar (30 persen).



Pewarta: Anggi Mayasari
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026