Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk melakukan imunisasi bagi anak mereka guna mengantisipasi penyebaran virus campak, yang saat ini telah menginfeksi puluhan warga dengan didominasi oleh anak-anak.

"Kami mengimbau kepada orang tua agar melakukan imunisasi untuk anak mereka. Sebab kasus campak meningkat salah satunya disebabkan rendahnya imunisasi," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu Nelly Hartati di Bengkulu, Selasa.

Untuk itu masyarakat diminta dapat terus meningkatkan kewaspadaan, sebab kasus campak di Kota Bengkulu terus mengalami peningkatan. Apalagi penyakit tersebut sangat mudah menular, khususnya pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Selain imunisasi, lanjut dia, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, memastikan asupan gizi anak tercukupi, dan membatasi kontak dengan pasien yang menunjukkan gejala campak.

Pihaknya berharap agar masyarakat berperan aktif untuk melengkapi imunisasi  guna menekan penyebaran penyakit campak dan menjaga kesehatan generasi muda.

Jika ada masyarakat yang mengalami gejala penyakit campak, seperti demam, batuk, pilek, mata merah yang disertai dengan ruam kemerahan di tubuhnya, kata dia, segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Di sisi lain Pemkot Bengkulu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk menerapkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengantisipasi penyebaran penyakit campak.

Pemkot Bengkulu saat ini juga mempercepat pemetaan wilayah rawan penyebaran penyakit campak dengan melakukan intervensi difokuskan pada daerah dengan temuan kasus tinggi untuk menekan penularan.

Dinkes Kota Bengkulu melakukan pemetaan berdasarkan tingkat kerawanan. Untuk daerah dengan temuan kasus tinggi langsung mendapat penanganan intensif guna menekan penyebaran virus.

"Campak ini penularannya seperti flu, lewat droplet. Artinya sangat cepat menyebar. Kalau tidak diantisipasi dengan serius, bisa berkembang luas, apalagi di wilayah yang memang sudah ada kasus," kata Nelly.

Ia mengatakan Kota Bengkulu masuk kategori rawan sebab ditemukan kasus campak yang lebih tinggi dibanding kawasan lainnya yaitu Kecamatan Selebar.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026