Bengkulu (ANTARA) - Pakar kebijakan publik menyebut gejolak geopolitik global yang memicu gangguan distribusi energi dan perdagangan internasional justru dapat menjadi peluang cuan bagi Indonesia melalui penguatan ekspor komoditas strategis.
"Gejolak geopolitik global yang mengganggu rantai pasok dan distribusi energi dunia membuka peluang bagi Indonesia untuk mengisi kekosongan pasar dan memperoleh cuan dari peningkatan ekspor,” kata Pakar Ekonomi dan Kebijakan Publik Dr Anzori Tawakal di Bengkulu, Kamis.
Menurut dia ketegangan antar negara yang berdampak pada jalur distribusi minyak dan logistik global menyebabkan sejumlah negara mengalami keterbatasan pasokan komoditas penting.
Kondisi tersebut kata dia memberikan ruang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor terutama pada sektor energi, pangan, dan bahan baku industri yang dibutuhkan pasar internasional.
Dia menjelaskan meningkatnya permintaan global terhadap komoditas seperti minyak nabati, hasil tambang, dan produk pangan dapat mendorong kenaikan nilai ekspor nasional.
Selain itu, peluang tersebut juga berdampak pada peningkatan produksi dalam negeri yang berujung pada bertambahnya penyerapan tenaga kerja.
Kebijakan hilirisasi yang dijalankan pemerintah saat ini juga akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah ekspor agar tidak hanya bergantung pada bahan mentah.
Sehingga, sektor industri pengolahan perlu diperkuat agar mampu menghasilkan produk bernilai tinggi yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.
Anzori menekankan momentum dari gejolak geopolitik global itu harus mampu dimanfaatkan secara optimal dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kesiapan pelaku usaha dalam negeri.
Pewarta: Boyke Ledy WatraEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026