Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan prihatin atas kasus dugaan riset palsu untuk travel grant atau biaya perjalanan ke luar negeri untuk konferensi ilmiah internasional.

"Bukan bidangnya saya, tapi saya terus terang sebagai orang Indonesia sedih sekali. Jangan kayak gitu-gitu," ujar Menkes Budi Gunadi di Jakarta, Selasa.

Menkes mengatakan lebih baik menulis dengan baik dan benar, yang benar-benar hasil karya dan upaya sendiri.

Dalam kesempatan terpisah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan akan mengusut kasus dugaan fabrikasi riset yang dilakukan oleh Warga Negara Indonesia (WNI) dalam konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Denmark.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, menyatakan telah membentuk tim investigasi khusus yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan kampus UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), kampus tempat lulus S1-nya dari yang terduga melakukan pelanggaran ini," kata Mendiktisaintek.

Berdasarkan penelusuran awal afiliasi, pihaknya menemukan fakta bahwa hampir seluruh oknum yang terlibat tidak berstatus sebagai dosen atau pendidik formal di perguruan tinggi manapun di Indonesia.

Mendiktisaintek menjelaskan ketiadaan status kepegawaian tersebut membuat pihaknya tidak bisa secara langsung menjatuhkan sanksi administratif dan etik seperti pemberhentian dosen.

Meskipun demikian Mendiktisaintek Brian menyebut UNY telah bertindak proaktif memanggil empat orang terduga pelaku untuk dimintai keterangan terkait motifnya, sementara kementerian terus mengumpulkan bukti kuat untuk menyeret kasus ini ke ranah pidana.

Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) mengatakan di Jakarta, Kamis (28/5), pihaknya mendorong institusi terkait mulai dari penyelenggara konferensi hingga otoritas akademik untuk segera melakukan audit menyeluruh, merespons dugaan riset palsu oleh sejumlah pihak demi travel grant.

"Ilmu kedokteran hanya dapat berdiri di atas kebenaran, kejujuran, etika, dan tanggung jawab akademik," kata Ketua MGBKI Budi Iman Santoso

Oleh karena itu, katanya, segala bentuk fabrikasi data, falsifikasi hasil penelitian, plagiarisme, pemalsuan identitas, pencatutan afiliasi, manipulasi kepengarangan, serta penyalahgunaan kecerdasan buatan untuk menciptakan karya ilmiah fiktif merupakan pelanggaran serius terhadap martabat ilmu pengetahuan dan tidak dapat ditoleransi.

Namun demikian pihaknya menegaskan setiap dugaan pelanggaran harus diperiksa melalui mekanisme yang adil, transparan, independen, proporsional, dan berbasis bukti. MGBKI tidak mendorong penghakiman di ruang publik, persekusi personal, maupun penyebaran data pribadi.



Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026