Kesenjangan keterampilan masih terjadi di Indonesia, demikian menurut Henny Purnamawati selaku Senior Partner, Head of Financial Services Indonesia, Egon Zehder.

Menurutnya, akar dari isu tersebut disebabkan oleh stereotip gender yang ditanamkan dari rumah mau pun pendidikan.

"Sebetulnya akarnya tuh harus dilihat dari jarak jauh. Mulai dari rumah, kemudian dari pendidikan. Karena banyak orang yang bilang bahwa 'Engineering itu adalah pekerjaan laki-laki. Kerja di tambang adalah laki laki', atau kerja di majalah itu hanya kerja perempuan, kerja di restoran menjadi chef itu hanya perempuan," kata Henny saat diskusi daring, Rabu.

"Jadi kita itu dididik dengan kotak-kotak seperti itu. Iya kan? Dunia sekarang itu sangat beda. Terutama pandemi ini nih mempercepat semua, mendobrak semua pemikiran-pemikiran lama. Apalagi digitalisasi," tambahnya.

Lebih lanjut, Henny pun berpendapat bahwa hal tersebut bukanlah hal yang dengan cepat dapat diubah. Namun meskipun demikian, keluarga atau sekolah harus mulai menanamkan nilai bahwa wanita dapat bekerja apa saja.

Henny juga menambahkan bahwa nilai yang harus ditanamkan khususnya kepada para pekerja wanita adalah memiliki kemampuan, rasa ingin tahu, dan lain sebagainya. Sebab, hal-hal tersebut akan menjadi bekal di masa yang akan datang

"Oleh karena itu, ini bukan hal yang bisa kita adress besok atau besok lusa. Tapi kita harus memikirkan bagaimana kita mendidik anak-anak kita itu mulai dari kecil. Mulai dari rumah, kemudian dia mulai sekolah. Itu harus dibina. Itu yang harus kita lakukan," ujar Henny.

"Curiosity have to always be there. Kemudian long life long learning, growth mindset, analitical thinking, confidence, itu yang harus kita bekali. Jadi ini yang harus kita tanamkan kepada women talent kita. Ini yang akan menjadi bekal di masa yang akan datang," tutupnya.

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2022