Bengkulu (Antara) - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan membangun tiga tempat produksi bioenergi dan bioelektrik di daerah itu.

"Pembangunan ini juga sebagai upaya pengendalian limbah domestik dengan memanfaatkan tinja sebagai sumber enegi baru dalam bentuk biogas dan bioelektrik, akan kita bangun pada tiga titik di Kota Bengkulu sebagai percontohan," kata Kepala BLH Provinsi Bengkulu Iskandar Zo di Bengkulu, Minggu.

Tiga lokasi pembangunan tersebut, yakni di Pesantren Pancasila, Pesantren Darusalam, dan kompleks rumah susun mahasiswa atau rusunawa di Universitas Bengkulu.

Menurut dia, limbah domestik, khususnya tinja, selama ini hanya menjadi pencemar lingkungan dan tidak termanfaatkan dengan baik.

"Ke depannya, limbah domestik yang selama ini hanya mencemari, kita harapkan menjadi bermanfaat sebagai penghasil energi alternatif bagi masyarakat dan tentunya dapat menghemat anggaran untuk BBM dan elpiji," kata dia.

Teknologi yang akan diterapkan untuk pengolahan, kata Iskandar, berupa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, dan direncanakan mulai dikerjakan pada awal Juni 2014.

"Program inisiatif ini telah masuk dalam APBD 2014, dan telah diresmikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Balthasar Kambuaya. Jika berhasil diterapkan, pada tahun berikutnya akan disusul dengan program lanjutan," katanya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, pada Maret 2014 meresmikan instalasi pengelolaan air limbah komunal untuk bioenergi dan bioelektrik di Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu.

"Limbah menjadi sumber energi merupakan salah satu solusi cerdas mengatasi persoalan limbah domestik," katanya.

Ia mengatakan bahwa pembangunan IPAL komunal menjadi solusi mengurangi gas rumah kaca (GRK) dari limbah domestik atau limbah rumah tangga.

Data Kementerian LH menyebutkan bahwa hasil pemantauan terhadap kualitas air sungai pada tahun 2013 menyebut 60 persen pencemaran sungai berasal dari limbah domestik rumah tangga.

"Pembuatan IPAL komunal ini menjadi salah satu solusi untuk mengelola limbah domestik," ujarnya.

Selama ini, kata Menteri, kelompok masyarakat masih menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup mendorong pengelolaan limbah domestik menjadi sumber energi, seperti yang dilaksanakan di Pondok Pesantren yang memiliki 512 santri putra dan putri itu. (Antara)

Pewarta: Oleh Boyke LW

Editor : Helti Marini S


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2014