Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan terhitung Januari-Juni 2025 telah memberikan pelayanan kepada peserta KB aktif sebanyak 15.671 akseptor.
"Pelayanan terhadap peserta KB aktif terhitung Januari hingga Juni 2025 kemarin sudah kita laksanakan kepada 15.671 akseptor. Jumlah ini akan terus bertambah hingga akhir tahun nanti," kata Plt Kepala DP3APPKB Rejang Lebong Agusti Al Ansar di Rejang Lebong, Jumat.
Dia menjelaskan, peserta KB aktif ini mendapat pelayanan rutin di fasilitas kesehatan yang ada di wilayah itu seperti posyandu, puskesmas serta di RSUD Rejang Lebong, maupun pada saat adanya kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan TP PKK dan Dharma Wanita Kabupaten Rejang Lebong serta TNI/Polri setempat.
Sementara itu jumlah peserta KB aktif yang mendapatkan pelayanan pihaknya itu, kata dia, terdiri dari peserta KB baru sebanyak 774 akseptor. Peserta KB yang melakukan pergantian cara sebanyak 838 akseptor, dan peserta KB ulangan sebanyak 13.295 akseptor.
Jumlah peserta KB aktif di Kabupaten Rejang Lebong ini berasal dari data di aplikasi Sistem Informasi Keluarga atau SIGA BKKBN, tersebar dalam 156 desa/kelurahan di 15 kecamatan dengan jenis alat kontrasepsi bermacam-macam jenis.
Menurut dia, untuk jumlah peserta KB aktif yang mendapatkan pelayanan selama enam bulan itu terdiri dari peserta KB suntik sebanyak 8.430 akseptor, pengguna pil KB sebanyak 3.957 akseptor.
Selanjutnya pengguna alat kontrasepsi kondom sebanyak 2.372 akseptor, implan sebanyak 767 akseptor, IUD sebanyak 100 akseptor dan satu akseptor pengguna Metode Operasi Pria (MOP).
Dia menambahkan peserta aktif di Kabupaten Rejang Lebong sepanjang tahun 2024 lalu mencapai 37.339 akseptor atau 170 persen dari target yang ditentukan sebanyak 33.830 akseptor.
Peserta KB aktif tahun 2024 ini di antaranya berasal dari peserta KB baru sebanyak 3.920 akseptor pengguna metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti implan, IUD, MOW dan MOP sebanyak 968 akseptor. Sedangkan peserta KB baru non MKJP seperti pil, suntik dan kondom sebanyak 2.950 akseptor.
Dia mengimbau kalangan pasangan usia subur yang ada di Kabupaten Rejang Lebong yang belum menjadi peserta KB agar dapat menjadi peserta KB, sehingga nantinya akan menciptakan keluarga kecil yang berkualitas.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2025