Mukomuko (Antara) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu akan melakukan deteksi dini penderita baru kaki gajah untuk mengantisipasi penyebaran penyakit itu.

"Kita melakukan deteksi dini dengan cara menguji sampel darah warga di wilayah yang endemik penyakit ini," kata Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Dolatta Karo Karo, di Mukomuko, Jumat.

Petugas dari Dinas Kesehatan akan mengecek darah warga di dua wilayah yang endemik yakni di Kecamatan Malin Deman dan Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko.

Sekitar 10 persen warga dari total jumlah penduduk yang ada di dua wilayah tersebut akan jadi sasaran kegiatan itu.

Dinas Kesehatan melakukan deteksi dini untuk memastikan ada atau tidaknya penambahan penderita baru setelah selesainya program pengobatan massal penyakit kaki gajah di daerah itu selama lima tahun sejak 2011 hingga 2016.

"Program pengobatan massal penyakit kaki gajah telah selesai tahun 2016, namun belum seluruh warga setempat yang minum obat pencegahan penyakit itu selama lima tahun," ujarnya.

Untuk itu, Dinas Kesehatan melakukan pengecekan untuk memastikan ada atau tidak warga lainnya yang positif menderita penyakit tersebut.

Kalau masih ada warga yang positif menderita penyakit itu maka kemungkinan program pemberian obat secara massal untuk mencegah penyakit kaki gajah akan berlanjut.

Sebanyak 120 ribu orang warga di daerah itu yang menjadi menjadi sasaran program pengobatan penyakit kaki gajah selama lima tahun terakhir. ***4***

Pewarta: Ferri Arianto

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2017