Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) menyebut realisasi penyaluran anggaran subsidi perumahan melalui program kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) di wilayah Provinsi Bengkulu mencapai Rp49,11 miliar.

Dana Rp49,11 miliar tersebut berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dari pemerintah pusat untuk program KPR FLPP guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dengan biaya yang lebih terjangkau.

"Memang benar hingga awal Mei 2026 realisasi penyaluran program program KPR FLPP sebesar Rp49,11 miliar dan dengan penyaluran tersebut diharapkan membantu masyarakat berpenghasilan rendah, agar lebih mudah memiliki rumah sendiri," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu Muhammad Irfan Surya Wardhana di Kota Bengkulu, Selasa.

Anggaran tersebut dialokasikan guna mendukung pembiayaan sekitar 417 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tersebar di 96 lokasi perumahan di wilayah Provinsi Bengkulu.

Ia menyebut bahwa pemerintah pusat juga menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp66,78 miliar melalui daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) pada Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bengkulu.

Melalui anggaran tersebut dapat mendukung pembangunan sektor perumahan agar program penyediaan hunian bagi masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

"Subsidi ini diharapkan mampu meringankan beban cicilan masyarakat sehingga akses kepemilikan rumah menjadi lebih mudah dan terjangkau," ujar dia.

Lanjut Irfan, melalui program FLPP menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mendukung pertumbuhan sektor properti sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Pemerintah berharap dengan adanya program subsidi perumahan tersebut dapat meningkatkan kepemilikan rumah layak di wilayah Provinsi Bengkulu serta mendorong pertumbuhan sektor properti dan ekonomi daerah.

Pewarta: Anggi Mayasari

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2026