Kota Bengkulu (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat bahwa penyaluran program kredit usaha ultra mikro (UMi) di wilayah Provinsi Bengkulu sejak Januari hingga minggu ke-4 April 2026 mencapai Rp37,86 miliar.
"Untuk penyaluran program UMi di Provinsi Bengkulu hingga saat ini sebesar Rp37,86 miliar dengan jumlah debitur 5.512 orang," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu Muhammad Irfan Surya Wardhana di Kota Bengkulu, Selasa.
Untuk penyaluran program UMi paling banyak berasal dari Kota Bengkulu yang mencapai Rp8,85 miliar dengan jumlah debitur 1.144 orang, Kabupaten Bengkulu Utara yaitu Rp7,50 miliar dengan 1.031 debitur.
Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak Rp4,19 miliar untuk 569 debitur, Kabupaten Seluma yaitu Rp3,29 miliar untuk 558 pemanfaat, Kabupaten Kepahiang Rp3,07 miliar dengan 480 debitur.
Kemudian, Kabupaten Rejang Lebong sebanyak Rp2,58 miliar dengan 376 debitur, Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu Rp2,46 miliar untuk 411 pemanfaat.
Kabupaten Mukomuko mencapai Rp2,30 miliar dengan 362 debitur, Kabupaten Kaur yaitu Rp2,16 miliar untuk 347 debitur, dan Kabupaten Lebong Rp1,41 miliar dengan 234 debitur.
Sementara itu, Irfan mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para pelaku usaha mikro agar sapat memanfaatkan program UMi sebab salah satu program pemerintah pusat guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sebab, melalui program kredit UMi para pelaku usaha mikro di Bengkulu dapat membantu pelaku usaha mikro memperluas usahanya dan dapat menambah lapangan pekerjaan.
Diketahui, sejak Januari hingga Desember 2025 Kemenkeu mencatat penyaluran program kredit usaha ultra mikro di Provinsi Bengkulu sejak Januari hingga Desember 2025 telah mencapai Rp104,4 miliar jumlah debitur mencapai 17,281 orang.
Penyaluran program UMi di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan penyaluran tahun 2024 yaitu Rp68,8 miliar dengan 13.047 pemanfaat atau debitur.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026