Bengkulu (Antaranews Bengkulu)  Sejumlah pedagang pengepul buah sawit segar di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena pasokan buah sawit ke pabrik melimpah hingga tidak tertampung.

Kami rugi hingga Rp70 juta karena sawit sebanyak 100 ton tidak bisa dibawa ke pabrik, kata Katno, pedagang pengepul sawit di Desa Rawa Indah, Seluma, Senin.

Ia mengatakan buah sawit tersebut dibeli dari petani setempat dengan harga Rp700 per kilogram. Sementara hingga saat ini, buah sawit masih menumpuk di gudang samping rumahnya dan mulai membusuk.

Pedagang pengepul lainnya, Warno juga mengalami hal serupa di mana sawit sebanyak 40 ton yang dibelinya dari petani tidak dapat dijual ke pabrik.

Antrean mobil pengangkut sawit ke pabrik sangat panjang, bisa berhari-hari baru dapat giliran bongkar,? kata Warno.

Sawit yang dibeli dari petani dengan harga Rp700 per kilogram tidak dapat dijual ke pabrik sehingga ia mengalami kerugian sebesar Rp28 juta.

Warno mengharapkan ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi harga buah sawit yang jatuh dalam dua pekan terakhir.

Selain merugikan petani, para pengepul juga terimbas kerugian yang lebih besar karena membeli sawit dalam jumlah banyak.

Harga jual buah sawit di tingkat petani sebesar Rp450-500 per kilogram membuat sejumlah petani di daerah ini membiarkan buahnya membusuk.

Sebenarnya bukan tidak dijual tapi tidak ada pengepul yang mengambil. Alasan mereka tidak tertampung di pabrik,? kata Sailun, petani setempat.

Pewarta: Helti Marini S

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018