Pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu merilis data sementara jumlah kerugian material akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sembilan kabupaten dan kota daerah ini sebesar Rp144 miliar.

“Data sementara yang terhimpun nilai kerugian material sudah sebesar Rp144 miliar dan kemungkinan besar masih bertambah,” kata Kepala BPBD Bengkulu, Rusdi Bakar di Bengkulu, Kamis.

Ia menambahkan data kerugian material terhimpun antara lain berupa permukiman sebanyak 554 unit rumah rusak berat, 160 rumah rusak sedang dan 511 rumah rusak ringan, sedangkan yang terendam sebanyak 125 rumah.

Baca juga: Terkait banjir, Walhi desak KLHK kirim tim ke DAS Bengkulu

Tidak hanya rumah, banjir dan longsor juga merusak 7 sekolah yang berstatus rusak berat, tujuh sekolah terendam lumpur dan satu sekolah rusak ringan.

Kerugian lain berupa kerusakan jalan sebanyak 32 ruas jalan rusak berat dan 16 ruas jalan rusak ringan, sedangkan jembatan yang rusak berat sebanyak 34 unit dan rusak ringan dua unit.

Saluran irigasi juga terdampak bencana yang mengakibatkan delapan unit rusak berat dan satu unit rusak ringan.

Sektor pertanian dan peternakan, lanjut dia juga terdampak cukup parah mengakibatkan 204 ekor sapi, empat kerbau, 150 ekor domba, delapan ekor domba, 440 ekor ayam dan 150 ekor itik mati. Juga mengakibatkan lahan persawahan seluas 2.648,06 hektare terdampak, 221 ha areal tanaman jagung, 8,25 ha kacang tanah dan kacang hijau 3,25 ha sehingga total terdampak 2.977,50 ha.

Baca juga: Kembali bertambah, korban tewas banjir Bengkulu jadi 30 orang

“Masih ditambah tanaman sawit yang mati diterjang banjir bandang sebanyak 775 batang sawit,” ucapnya.

Rusdi menambahkan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah juga telah menerima dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah pusat antara lain Menteri Sosial Rp1,4 miliar dan BNPB senilai Rp2,2 miliar dan Kementerian BUMN sebesar Rp850 juta yang disalurkan langsung kepada warga terdampak.

Sebelumnya dilaporkan bahwa banjir yang terparah melanda wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Kota Bengkulu, Bengkulu Selatan dan Kaur itu juga mengakibatkan korban jiwa jatuh sebanyak 30 orang dan enam orang lainnya masih hilang.

Baca juga: Warga bantu perbaiki kelistrikan Bengkulu usai dihantam banjir
Baca juga: Banjir bandang hantam Pasangkayu, delapan wartawan dilaporkan terjebak

Pewarta: Helti Marini S

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2019