Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mencatat sejak bulan Januari 2019 sampai sekarang sekitar 100 keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) di daerah ini yang mengajukan graduasi mandiri atau pengunduran diri secara sukarela sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat.

“Sebanyak ratusan keluarga ini mengajukan graduasi setelah melalui proses pembinaan dan pendampingan yang dilakukan oleh pendamping bansos PKH selama ini,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko Saroni dalam keterangannya di Mukomuko, Sabtu.


Baca juga: Bupati bagikan kursi roda untuk penyandang disabilitas

Sekitar 6.761 keluarga warga yang tergolong ekonomi miskin yang sebelumnya menerima program keluarga harapan di daerah ini. Sebanyak ribuan keluarga ini tersebar di 15 Kecamatan di daerah ini.

Ia mengatakan, dengan adanya sebanyak ratusan keluarga warga yang mengajukan pengunduran diri secara sukarela sebagai penerima bantuan sosial ini sehingga secara otomatis mengurangi angka kemiskinan di daerah ini.

Ia menjelaskan, ratusan keluarga warga di daerah ini mengajukan graduasi mandiri karena kemungkinan keluarga ini sebelumnya tergolong ekonomi mampu atau ekonomi keluarga ini baru mengalami peningkatan.


Baca juga: Bupati Mukomuko ajak masyarakat tanamkan semangat nasionalisme

“Yang pasti keluarga ini mengundurkan diri karena mereka merasa tergolong ekonomi mampu dan mereka tidak berhak lagi menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia yakin, masih banyak keluarga penerima manfaat PKH yang tergolong ekonomi mampu di daerah ini yang belum bersedia untuk mengundurkan diri sebagai penerima bantuan ini.

Ia menyatakan, masih banyak keluarga penerima manfaat PKH yang tergolong ekonomi mampu dari sebanyak ribuan KPH PKH di daerah ini berdasarkan laporan dari pendamping PKH.

Untuk itu, ia mengatakan, pendamping PKH di daerah ini rutin melakukan pembinaan terhadap keluarga penerima manfaat program ini yang tergolong ekonomi mampu agar mereka mengundurkan diri.


Baca juga: Harga sawit petani Mukomuko naik Rp70/kilogram
Baca juga: Mukomuko butuh alat ukur kualitas udara

Pewarta: Ferri Arianto

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2019