Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu saat ini terus menyiagakan personel dan peralatan penanggulangan bencana alam yang kemungkinan terjadi di wilayah itu.

Kepala BPBD Rejang Lebong, Basuki saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu, mengatakan penyiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana alam ini dilakukan karena wilayah itu termasuk salah satu daerah rawan bencana alam di Provinsi Bengkulu.

"Saat ini sudah masuk musim hujan, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana saat ini kita sudah menyiagakan personel dan peralatan penanggulangan bencana," ujar dia.

Untuk personel yang mereka siapkan tambah dia, adalah personel yang tergabung di Pusdalops, tim reaksi cepat dan relawan di tingkat desa, di mana para personel penanggulangan bencana alam ini selalu siaga dalam 24 jam.

Sedangkan peralatan penanggulangan bencana alam diantaranya ialah satu unit alat berat jenis loader, kemudian perahu karet, mobil rescue, truk serbaguna serta mobil dapur umum dan makanan siap saji.

Adapun bencana alam yang harus diwaspadai kalangan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong tersebar dalam 15 kecamatan kata dia, ialah kemungkinan terjadinya tanah longsor, angin puting beliung dan banjir.

Sejauh ini musim hujan yang mulai terjadi di Rejang Lebong sejak sepekan lalu kata dia, belum menimbulkan bencana alam, dan baru terjadi jalan negara yang mengalami ambles di Kelurahan Air Putih Lama, Kecamatan Curup pada Rabu malam (20/11) lalu, akibat saluran drainase yang tersumbat sampah buangan masyarakat.

Sementara itu, dari catatan BPBD setempat dari 15 kecamatan di Rejang Lebong terdapat sejumlah lokasi yang dinyatakan rawan bencana tanah longsor diantaranya di sepanjang Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau.

Kemudian jalan provinsi menuju Kecamatan Sindang Kelingi Sindang, Sindang Dataran, kemudian wilayah Kecamatan Curup Utara, Curup Selatan hingga ke Jalan Lintas Curup-Kabupaten Lebong.
 

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2019