"Pasar tersebut selama ini sudah berjalan alami tapi belum ditata, rencananya pada 2013 ada dana dari pusat untuk membangun pasar tersebut," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Bengkulu Bambang Suryadi di Bengkulu, Kamis.
Ia mengatakan aktivitas pasar tradisonal itu setiap hari mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, namun bila sudah ditata dan dibangun kios yang memadai akan beroperasi satu hari penuh.
Lokasi pasar itu di areal tiga hektare dan akan dibangun 30 kios dan los biasa sebanyak 20 petak, sedangkan yang sudah ada sekitar 20 kios.
"Kita sudah mengusulkan pembangunan pasar rakyat itu dengan dana sebesar Rp3,2 miliar kepada Kementerian Perdagangan dan mudah-mudahan pada 2013 visa terealisasi," katanya.
Seorang warga sekitar pasar tersebut A. Roni mengatakan keberadaan pasar tradisional saat ini membuat kumuh lingkungan karena belum ada penataan.
"Kami sangat mendambakan pasar ditata dengan baik, sehingga air limbah dapat dikendalikan dengan mengalirkan pada lokasi tertentu," katanya.
Kalau saat ini pasar tersebut menimbulkan bau tidak sedap. Terlebih pada malam hari, bau air ikan dan lainnya cukup menyengat.
"Selain itu, sampah sayur mayur berserakan disertai limbah plastik bekas pedagang dibuang sembarangan tempat, apalagi pada saat musim durian kulitnya juga menjadi limbah meresahkan," katanya.
Dia mengharapkan jka sudah ada penataan oleh pemerintah, limbah tersebut akan masuk ke saluran dan tempat pembuangan.
Pewarta: Zulkili LubisUploader : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026