.....Karena bencana tidak bisa diprediksi, kesiapsiagaan masyarakat dan semua pihak yang selalu dituntut"
Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Badan Penanggulangan Bencana Kota Bengkulu memperbaiki 15 petunjuk jalur dan tanda titik berkumpul aman tsunami di kota itu.

"Kami sudah memperbaiki 15 petunjuk jalur dan tanda titik berkumpul yang terbuat dari beton, sehingga tidak gampang dirusak," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Syaifuddin di Bengkulu, Senin.

Ia mengatakan, petunjuk titik aman berkumpul yang ada selama ini terbuat dari bahan kaca yang dialiri listrik, sehingga dapat dikenali pada malam hari.

Namun, peralatan tersebut rusak karena dilempari orang yang tidak bertanggung jawab akibat rendahnya kesadaran memelihara fasilitas publik.

"Padahal fungsinya sangat penting untuk menuntun warga menuju titik berkumpul aman sementara dari gempa dan tsunami," tambahnya.

Syaifuddin mengatakan, terdapat tujuh titik berkumpul aman tsunami di Kota Bengkulu yakni wilayah Universitas Bengkulu, tepatnya bagian belakang kampus yang merupakan titik kumpul masyarakat di kawasan Terminal Sungai Hitam dan sekitarnya.

Titik berkumpul berikutnya yakni Kampung Bali dan Sukamerindu yang dirancang untuk tempat berkumpul warga dari Pasar Bengkulu, Kampung Kelawi dan Rawa Makmur.

Berikutnya titik berkumpul di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu yang saat ini dilengkapi dengan menara pemantau tsunami. Tempat tersebut dirancang untuk titik berkumpul aman sementara bagi warga Kelurahan Malabero.

Untuk warga yang bermukim di wilayah Penurunan dan sekitarnya dapat berkumpul di titik aman sementara kawasan Simpang Lima. Selanjutnya titik aman sementara di lingkungan Kantor Gubernur Bengkulu dan SMK Negeri 2 Kota Bengkulu yang menjadi titik kumpul warga Kelurahan Lempuing.

"Sementara warga pesisir di Padang Harapan diarahkan untuk ke titik berkumpul di Balai Buntar," tambahnya.

Sedangkan titik berkumpul aman selanjutnya disiapkan di wilayah Pagar Dewa dan lokasi STAIN yang merupakan titik daratan tertinggi di Kota Bengkulu.

Ia mengharapkan petunjuk titik berkumpul dan jalur evakuasi tersebut dapat dipelihara dan dihapal oleh warga sehingga saat bencana gempa yang berpotensi tsunami terjadi masyarakat tidak panik.

Selain itu kesiapsiagaan masyarakat dan keluarga dalam menghadapi bencana terutama strategi pengurangan resiko bencana seperti yang selama ini disosialisasikan dan disimulasi agar tetap dilatih.

"Karena bencana tidak bisa diprediksi, kesiapsiagaan masyarakat dan semua pihak yang selalu dituntut," tambahnya. (T.KR-RNI/R014)


Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026