Kami belum juga mendapatkan dana untuk menangani kasus DBD di daerah ini padahal penderitanya sudah ratusan orang.."
DANA PENANGANAN DBD BELUM JUGA CAIR

Bengkulu, (ANTARA Bengkulu) - Dana penanganan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bengkulu hingga saat ini belum juga dicairkan padahal jumlah penderita telah mencapai 185 orang sejak awal Januari 2012.

"Kami belum juga mendapatkan dana untuk menangani kasus DBD di daerah ini padahal penderitanya sudah ratusan orang dengan dua orang meninggal dunia," kata Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Pemberantasan
Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Karimel Sinambela kepada reporter antarabengkulu.com.
    
Ia mengatakan, keterlambatan pencairan dana penanggulangan DBD tersebut sebelumnya juga terjadi pada 2011, dan dana baru bisa dicairkan pada triwulan
kedua sehingga Dinas Kesehatan Kota Bengkulu terpaksa menutupinya dengan meminjam terlebih dahulu pada koperasi pegawai negeri.
    
"Pada tahun ini kami hanya mendapatkan dana untuk menangani sebanyak 275 kasus namun karena harus menutupi utang penanganan kasus DBD pada 2011 sebanyak 251 kasus akhirnya saat ini hanya tersisa dana untuk menangani sebanyak 24 kasus saja hingga akhir tahun," katanya.
    
Dana penanggulangan DBD yang diberikan kepada Dinas Kesehatan Kota Bengkulu untuk satu kasus sebanyak Rp740.000.
    
"Untuk mencegah agar penderita DBD tidak makin bertambah kami berupaya melakukan pengasapan dan pemberian bubuk abate yang disediakan di seluruh puskesmas untuk mematikan jentik nyamuk aedes aegypti,"katanya.
    
Minimnya dana yang ada membuat Dinas Kesehatan mengharapkan swadaya dari masyarakat untuk memberantas perkembangan nyamuk aedes aegypti.
    
"Apabila ada penemuan kasus DBD di suatu kelurahan kami minta masyarakat dapat membantu dalam hal penyediaan dana operasional untuk pengasapan yang akan digunakan untuk pembelian bensin, solar dan baterai mesin sedangkan kami akan menyediakan racun malationnya," katanya.
    
Ia menjelaskan, untuk sekali pengasapan dibutuhkan dana sekitar Rp750.000 namun karena racun malation sudah tersedia di Dinas Kesehatan, dana yang dibutuhkan sekitar Rp500.000. (mhe)



   



Editor : Triono Subagyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026