Mukomuko (Antara) - Pejabat Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan pihaknya masih mengumpulkan data lokasi tambang batu untuk bahan batu akik dalam kawasan hutan negara di daerah itu.  

"Kami kumpulkan data lokasinya terlebih dahulu. Kalau sudah akurat baru dirazia," kata Kepala Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Mukomuko, Jasmin Sinaga di Mukomuko, Kamis.  

Ia mengatakan, saat ini instansi sudah menerima laporan lisan terkait dua lokasi tambang batu akik dalam kawasan hutan, yakni di hutan produksi (HP) Air Dikit dan hutan produksi terbatas (HPT) Air Ipuh II.

Namun, katanya, pihaknya belum melakukan pengecekan di dua lokasi tersebut karena laporan yang diterima KPHP masih sebatas lisan.

Untuk itu, katanya, pihak membutuhkan waktu lagi untuk mengumpulkan data data terkait tambang batu di dua lokasi kawasan hutan tersebut.  

"Kalau datanya sudah lengkap sama kami, personel KPHP akan saya terjunkan untuk melakukan razia dan pembinaan terhadap penambang batu tersebut," ujarnya.


Pewarta: Oleh Ferri Arianto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026