.....Untuk memenuhi permintaan itu, pemerintah daerah mendorong sebuah lembaga swadaya masyarakat bersama PT Indah Kiat untuk merintis penangkaran binatang sejenis kura-kura itu di Kabupaten Siak, Riau.....Pekanbaru (ANTARA Bengkulu) - Permintaan pasar terhadap labi-labi dari Provinsi Riau terus meningkat, baik permintaan lokal maupun dari Medan dan Jakarta, belum lagi permintaan ekspor.
Untuk memenuhi permintaan itu, pemerintah daerah mendorong sebuah lembaga swadaya masyarakat bersama PT Indah Kiat untuk merintis penangkaran binatang sejenis kura-kura itu di Kabupaten Siak, Riau tersebut, kata Lembaga Swadaya Masyarakat Siak Cerdas, Sabtu.
Ia mengatakan, selama ini warga menangkap labi-labi yang hidup liar. Umumnya, binatang tersebut merupakan jenis labi-labi hutan (Dogania subplana) yang juga dikenal dengan sebutan bulus.
Penangkaran labi-labi, lanjutnya, dinilai lebih menguntungkan karena memberikan dampak jangka panjang untuk menjamin pendapatan warga. Selain itu, penangkaran juga bisa menjamin kelestarian labi-labi dari kepunahan.
"Kalau labi-labi ditangkapi terus dari alam, maka suatu saat akan punah. Sedangkan, labi-labi hanya bisa bertelur rata-rata 10 butir saja," ujarnya.
Harga labi-labi dengan berat minimal lima kilogram di pasar lokal mencapai Rp35.000 per kilogram, sedangkan untuk ekspor, sedikitnya dibutuhkan 1.500 labi-labi dalam setahun bahkan bisa lebih, ujarnya.(ant)
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026