Kota Bengkulu (ANTARA) - Bagi wisatawan yang ingin merasakan napas sejarah Indonesia, Rumah Fatmawati di Bengkulu adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Berlokasi strategis di pusat kota, rumah ini bukan hanya sekadar bangunan bersejarah, tetapi saksi bisu perjuangan kemerdekaan yang terukir dalam kisah hidup Fatmawati, istri Presiden Soekarno, yang berjasa menjahit bendera Merah Putih pertama.

Rumah Fatmawati kini diabadikan sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi memorabilia, mulai dari foto-foto hingga dokumen dan barang bersejarah, yang membawa pengunjung menyelami peran penting Fatmawati dalam perjalanan bangsa.

"Tempat ini kerap ramai dikunjungi, terutama saat liburan panjang," ungkap Marwan Hamanadin, pengelola Rumah Fatmawati.

Baca juga: Anggota DPD usulkan bendera untuk IKN dijahit di Persada Fatmawati
Baca juga: Museum Negeri Bengkulu gelar pameran senjata tradisional


Kontroversial

Namun, di balik keunikan dan daya tarik sejarahnya, Rumah Fatmawati juga tak luput dari kontroversi seputar lokasi museum tersebut yang dipertanyakan apakah sesuai dengan tempat tinggal aslinya.

Beberapa sejarawan dan masyarakat lokal meragukan bahwa museum ini berada di lokasi asli tempat tinggal Fatmawati pada masa lalu. Ada yang berpendapat bahwa rumah asli Fatmawati sebenarnya terletak di lokasi yang berbeda di Bengkulu dan kini sudah tidak ada lagi.
 

Museum Rumah Fatmawati. (ANTARA/ Kevin Situmorang)


Ketidakpastian ini menimbulkan perdebatan tentang keotentikan museum tersebut sebagai tempat historis yang akurat. Namun, pemerintah setempat dan pengelola museum menyatakan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendapat, museum ini tetap merepresentasikan kehidupan Fatmawati dan merupakan hasil dari upaya pelestarian nilai-nilai sejarah yang berkaitan dengan tokoh bangsa.



Pewarta: Kevin Situmorang
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026