Kota Bengkulu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu menyebutkan proses pembangunan pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana (pusdalops) di daerah itu selesai pada April 2025.
"BPBD Kota Bengkulu menerima bangunan sudah jadi beserta dengan peralatannya dan mudah-mudahan kalau memang sesuai rencana maka April sudah bisa digunakan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu Will Hoppi di Bengkulu, Jumat.
Ia menyebutkan Kota Bengkulu pada 2024 menerima alokasi pembangunan pusdalops dari Bank Dunia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pembangunan tersebut satu-satunya di Provinsi Bengkulu.
"Mudah-mudahan kalau selesai dan ini tergolong pusdaplops yang lengkap karena seluruhnya langsung dengan isi," katanya.
Pembangunan pusdalops tersebut untuk mendukung BPBD dalam meningkatkan ketangguhan bencana, seperti tsunami, gempa bumi, longsor, dan banjir di Kota Bengkulu.
Pusdalops juga sebagai alat komunikasi se-Provinsi Bengkulu, seperti halnya dalam bencana besar, menjadi corong informasi yang dibutuhkan pemerintah pusat.
Ia mengatakan di bangunan tersebut juga disediakan sejumlah fasilitas yang dirancang untuk mendukung kerja BPBD, sebab secara fisik bangunan pusdalops dilengkapi dengan sarana dan fasilitas modern.
Ia juga menyebut sistem operasi juga canggih guna mempermudah seluruh perangkat komunikasi yang terhubung dengan seluruh pihak terkait, baik daerah maupun nasional.
"Ada suatu sistem yang nanti memastikan respons cepat, koordinasi yang efektif dan pengelolaan terstruktur dalam situasi bencana," kata dia.
Will menerangkan dengan adanya pusdalops di Kota Bengkulu dapat meningkatkan koordinasi antarinstansi dan pemangku kebijakan semakin efektif dan bisa lebih siap dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.
Pusdalops tersebut diresmikan oleh BNPB pada Desember 2024, sedangkan pembangunan dilakukan serentak di 67 daerah di Indonesia, termasuk Kota Bengkulu.
Pada proyek tersebut terdapat bagian dari Program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP), guna meminimalkan dampak bencana melalui penguatan aspek pencegahan dan kesiapsiagaan.
Terkait dengan total anggaran pembangunan pusdalops, dialokasikan melalui Bank Dunia dengan total dana mencapai Rp1,5 miliar.
