Bengkulu (Antara) - Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Bengkulu merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan daya 2 Megawatt di Pulau Enggano, pulau terluar wilayah Provinsi Bengkulu.

"Pembangkit listrik tenaga surya berkekuatan 2 MW di Pulau Enggano akan menambah keandalan listrik di pulau terluar itu," kata Manajer PT PLN Cabang Bengkulu, Paris El Hakim di Bengkulu, Jumat.

Saat menjadi pemateri dalam seminar arah pengembangan Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Pulau Enggano yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Bengkulu, Paris menjelaskan kondisi kelistrikan di pulau terluar tersebut dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Saat ini kata dia, baru tersedia daya sebesar 200 kilowatt dari pembangkit tenaga diesel yang baru melayani pelanggan di dua desa yakni Malakoni dan Apoho.

Sedangkan empat desa lainnya yakni Kahyapu, Kaana, Meok dan Banjarsari masih mengandalkan listrik secara mandiri.

Dalam perencanaan 2017-2018 tambah Paris, pihaknya juga akan membangun pembangkit listrik tenaga diesel dengan daya 2 x 500 kilowatt dan membangun jaringan tegangan rendah sepanjang 35 kilometer.

"Pembangunan pembangkit dari tenaga diesel ini akan bergantung pada beberapa kondisi, terutama transportasi untuk mengangkut bahan bakar minyak solar ke Pulau Enggano," ucapnya.

Kebutuhan terhadap solar untuk memenuhi kebutuhan pembangkit di Desa Malakoni masih bergantung dengan jadwal kapal feri Pulo Tello yang berlayar ke Pulau Enggano setiap dua kali dalam sepekan.

Dengan pembangunan PLTS berkekuatan 2 MW tersebut diharapkan kebutuhan listrik untuk pengembangan sektor maritim, termasuk pariwisata di pulau berpenghuni lebih 3.000 jiwa itu akan terpenuhi.

Pulau Enggano di tengah Samudera Hindia masuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara. Pulau terluar itu dapat ditempuh dengan pelayaran selama 12 jam dan penerbangan menggunakan pesawat perintis selama 40 menit.***1***

Pewarta: Helti Marini Sipayung
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026