"Hampir seluruh jalan desa dan kelurahan di Rejang Lebong saat ini beraspal baik beton maupun jalan aspal lapen, sehingga tidak ada lagi daerah yang terisolasi," kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rejang Lebong, Slamet Ryadi, di Rejang Lebong, Jumat.
Program pembangunan dan peningkatan sarana infrastruktur dasar di daerah tersebut, kata dia, dilaksanakan sejak beberapa tahun belakangan dengan tujuan membuka akses transportasi masyarakat sehingga tidak ada lagi daerah yang terisolasi.
Kondisi jalan kabupaten yang sudah dibangun saat ini masih bagus dan secara bertahap dilakukan peningkatan status sehingga bisa dilalui kendaraan yang lebih besar.
Sementara itu untuk pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan kabupaten yang dibiayai APBD induk 2016, APBD-P serta dana dari pemerintah pusat baik DAK/DAU, sebanyak 11 paket dengan nilai keseluruhan lebih dari Rp50 miliar.
Salah satu jalan yang selesai dibangun ialah jalan yang menghubungkan Desa Air Rusa dengan Desa Air Nau di Kecamatan Sindang Dataran.
Kemudian peningkatan jalan Desa Belumai, Kecamatan Padang Ulak Tanding sepanjang 5 km yang menelan biaya Rp9 miliar. Selanjutnya pembangunan jembatan gantung di Desa Muara Talita, Kecamatan Padang Ulak Tanding, senilai Rp400 juta.
Sedangkan untuk jalan kabupaten yang dibangun untuk mendukung kawasan wisata yang anggarannya menggunakan APBD Perubahan saat ini sedang proses pelelangan, di antaranya di kawasan Danau Mas Harun Bestari dengan nilai Rp2,6 miliar, serta pembangunan jalan dan jembatan di kawasan wisata alam Bukit Kaba, Kecamatan Selupu Rejang senilai Rp3,3 miliar.
Program pembangunan bidang infrastruktur ini, kata Slamet Riyadi, akan terus dilakukan sehingga nantinya seluruh desa/kelurahan sudah memiliki akses jalan yang layak. Selain itu juga seluruh jembatan gantung yang masih ada di pelosok dapat ditingkatkan menjadi jembatan beton sehingga bisa dilalui kendaraan beroda empat. ***1***
Pewarta: Nur MuhammadUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026