Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan sebanyak 156 Koperasi Merah Putih (KMP) di daerah itu akan menggarap potensi yang ada di desa/kelurahan masing-masing.

Kepala Disperindagkop UKM Rejang Lebong Anes Rahman saat dihubungi di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan kelengkapan administrasi 156 Koperasi Merah Putih di Kabupaten Rejang Lebong saat ini semuanya sudah memiliki badan hukum berupa akta notaris.

"Setelah resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 21 Juli 2025 lalu, sebanyak 156 KPM di Rejang Lebong telah mempersiapkan berbagai jenis usaha yang akan digarap sesuai dengan potensi yang ada di desa/kelurahan masing-masing," kata dia.

Dia menjelaskan, Koperasi Merah Putih yang ada di Kabupaten Rejang Lebong merupakan koperasi rintisan semua, sehingga untuk pengembangannya pengurus harus berusaha mencari permodalan. 

"Setelah dilakukan peluncuran, maka ketua dan pengurus dari masing-masing koperasi langsung bergerak untuk mengajukan pinjaman ke bank-bank yang tergabung dalam Himbara yang ada di sini," terangnya.

Adapun untuk unit usaha KMP di Kabupaten Rejang Lebong, kata dia, terdiri dari berbagai jenis usaha mulai dari gerai sembako, gerai tabungan gas elpiji, pupuk dan alat-alat pertanian, apotek desa hingga klinik desa dan sejumlah usaha lain sesuai dengan potensi yang dimiliki desa/kelurahan masing-masing.

Menurut dia, untuk besaran pinjaman yang bisa diberikan oleh bank-bank Himbara kepada masing-masing KPM bisa mencapai Rp3 miliar sesuai dengan unit usaha atau kebutuhan dari masing-masing koperasi.

"Pinjaman ini maksimal bisa diberikan hingga Rp3 miliar, namun jumlahnya nanti sesuai dengan usulan yang disampaikan masing-masing koperasi dan tentunya akan dilakukan survey lapangan dulu oleh pihak bank," demikian Anes.



Pewarta: Nur Muhamad
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026