Bengkulu (ANTARA) - Pakar Ekonomi dan Kebijakan Publik Dr Anzori Tawakal menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mampu menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah meningkatnya gejolak geopolitik global.
Menurut Anzori, sejumlah kebijakan strategis pemerintah seperti hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi berbasis desa menjadi faktor utama yang menjaga ekonomi Indonesia tetap stabil.
“Kebijakan hilirisasi, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi dari desa yang dijalankan Presiden Prabowo membuat perekonomian Indonesia tetap terjaga di tengah perang dagang, aneksasi Amerika Serikat, dan kondisi geopolitik global,” kata Anzori di Bengkulu, Senin.
Ia mengatakan program hilirisasi berperan penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas nasional sekaligus memperkuat posisi perdagangan Indonesia dengan negara lain, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Di sisi domestik, kebijakan ketahanan pangan dinilai mampu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis turut mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah di Tanah Air.
Anzori juga menilai kebijakan penyediaan pupuk bersubsidi, penguatan Koperasi Desa Merah Putih, serta stimulasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saling terintegrasi dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
“Program-program tersebut akan saling memberikan efek domino dan saling mendukung dalam menjaga perekonomian kita,” kata dia.
Lebih lanjut, Anzori menyebut pemerintah berada pada jalur yang tepat dalam merespons dinamika global yang berpotensi memengaruhi perdagangan dan harga energi dunia.
Ia menilai struktur perekonomian Indonesia relatif kuat karena tidak hanya bergantung pada ekspor dan impor, tetapi juga ditopang oleh konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta sektor perdagangan luar negeri.
Menurut Anzori, besarnya pasar domestik menjadi modal utama bagi Indonesia untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil meskipun tekanan global meningkat. Ia pun optimistis tata kelola pemerintahan saat ini mampu meredam dampak konflik global terhadap perekonomian nasional.
“Pertumbuhan ekonomi nasional masih berpeluang dijaga di atas lima persen,” kata dia.
Pewarta: Boyke Ledy WatraEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026