Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu membentuk Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) sebagai upaya memperkuat pelestarian ekosistem pesisir.
"Kita berharap melalui pembentukan KKMD ini dapat memperkuat upaya pelestarian mangrove di Bengkulu. Mangrove sangat penting karena mampu menahan abrasi sekaligus menjadi ekosistem bagi berbagai flora dan fauna,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Rabu.
Pembentukan Kelompok Kerja Mangrove Daerah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Lokakarya KKMD Provinsi Bengkulu yang dihadiri unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan pesisir.
Lokakarya bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam pengelolaan ekosistem mangrove di wilayah Bengkulu.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah mendorong tercipta pengelolaan mangrove yang lebih terpadu dan berkelanjutan.
Herwan Antoni menjelaskan ekosistem mangrove memiliki peran strategis bagi wilayah pesisir.
Selain berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari ancaman abrasi, katanya, mangrove menjadi habitat penting bagi berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang hidup di kawasan pesisir.
Menurut dia, keberadaan mangrove juga memiliki nilai ekologis dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Oleh karena itu, upaya pelestarian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian mangrove melalui kegiatan edukasi, rehabilitasi, serta penanaman mangrove secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah berharap pengelolaan mangrove di wilayah pesisir Bengkulu dapat dilakukan secara lebih terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan sehingga keseimbangan ekosistem pesisir tetap terjaga dengan adanya kelompok kerja tersebut.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026