Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu menerima alokasi kuota bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat untuk penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah tersebut mencapai 300 unit.

"Untuk tahun anggaran 2026, Kota Bengkulu mendapatkan kuota BSPS sebanyak 300 unit rumah yang akan direalisasikan secara bertahap," kata Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Bengkulu Lepi Nurseha di Bengkulu, Sabtu.

Ia menyebut bahwa pemerintah kota telah mengusulkan sekitar 1.100 calon penerima manfaat ke Kementerian melalui Balai/Satker terkait.

Namun, untuk calon penerima yang memenuhi kriteria berbasis data penyasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE) di Kota Bengkulu.

"Dari total data yang kita ajukan, sementara pada tahap pertama ini ada 174 unit rumah yang dinyatakan lolos verifikasi sesuai dengan Data P3KE. Ini menjadi prioritas awal penanganan RTLH di Kota Bengkulu," ujarnya.

Dengan 174 RTLH lolos tahap awal, program bedah rumah BSPS 2026 di Kota Bengkulu mulai berjalan.

Kemudian, Pemkot Bengkulu akan terus mendampingi proses verifikasi lanjutan untuk memenuhi sisa kuota 300 unit, serta mengadvokasi perbaikan data agar warga berpenghasilan rendah yang rumahnya tidak layak huni dapat terjangkau bantuan.

Lepi mengatakan pihaknya mendapatkan kendala terkait RTLH, yaitu ketidaksesuaian data administratif dengan kondisi riil masyarakat.

"Seringkali kita temukan rumah yang secara fisik sangat tidak layak, seperti berdinding papan dan berlantai tanah, tetapi tidak bisa dibantu, karena tidak masuk dalam desil 1 sampai desil 4. Ini yang menjadi tantangan bagi kami di daerah," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap agar adanya fleksibilitas kebijakan atau pembaruan data yang lebih adaptif terhadap kondisi nyata di lapangan agar program BSPS dapat tepat sasaran dan mempercepat penghapusan kawasan kumuh di Kota Bengkulu.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026