Bengkulu (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin menyebut sebanyak 4.000 pelajar di Provinsi Bengkulu menerima Program Indonesia Pintar (PIP) melalui jalur aspirasi DPD RI periode 2025–2026 dengan total bantuan mencapai Rp3,2 miliar.
"Kita proyeksikan ada tambahan untuk kuota Provinsi Bengkulu baik secara global maupun melalui kanal aspirasi DPD RI," kata Sultan lewat pesan elektronik diterima di Bengkulu, Rabu.
Sultan menjelaskan penerima PIP terdiri atas 2.228 siswa SD dengan total bantuan lebih dari Rp1 miliar, 940 siswa SMP senilai Rp705 juta, serta masing-masing 416 siswa SMA dan SMK dengan nilai Rp748,8 juta.
Menurut dia dominasi penerima dari jenjang SD mencerminkan fokus pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan dasar sebagai tahapan penting pembentukan kualitas sumber daya manusia di Bengkulu.
"PIP bukan sekadar bantuan tunai pendidikan, tetapi wujud kehadiran negara memastikan tidak ada anak Bengkulu yang putus sekolah karena keterbatasan biaya," kata dia.
Kemudian, Sultan juga mengingatkan proses perekrutan calon penerima PIP di lapangan harus bersih dari praktik pungutan liar dalam bentuk apa pun di luar ketentuan.
"Kita sama-sama jaga di lapangan, jangan ada pungutan liar apa pun dari pihak mana pun yang memberatkan siswa dan keluarga dalam proses pengusulan hingga pencairan. Jangan sungkan laporkan jika ada indikasi hal seperti itu," kata dia.
Lebih lanjut, menurut Sultan jenjang SMP menjadi fase krusial karena banyak siswa berisiko putus sekolah akibat kendala ekonomi dan jarak tempuh yang jauh.
Sementara itu, alokasi untuk SMA diarahkan menjaga konsistensi siswa menyelesaikan pendidikan menengah dan bersiap melanjutkan ke perguruan tinggi, sedangkan untuk SMK ditujukan mendukung pendidikan vokasi agar lulusan siap menjadi tenaga kerja terampil berdaya saing.
Sultan menegaskan PIP merupakan agenda Pemerintah Pusat untuk memperluas akses pendidikan yang adil dan merata serta mendukung pembangunan sumber daya manusia secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Dia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan data siswa yang akurat melalui data pokok pendidikan (dapodik), serta pengawasan orang tua terhadap penggunaan dana bantuan tersebut.
Program Indonesia Pintar kembali dibuka bagi pelajar di Bengkulu dan ditujukan bagi siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Pengusulan calon penerima dilakukan melalui verifikasi pihak sekolah dengan data yang harus sesuai kondisi sosial ekonomi serta tercatat dalam basis data kemiskinan yang dikelola oleh negara.
"Kami ingin memastikan tidak ada anak Bengkulu yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. PIP harus benar-benar menyasar yang membutuhkan," ujar Sultan.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026