Mukomuko (Antaranews Bengkulu) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, akan melatih sebanyak sembilan operator alat "fogging" nyamuk demam berdarah dengue (DBD) guna menekan kasus DBD saat pergantian musim hujan ke panas di daerah itu.

"Kita melatih sebanyak sembilan operator alat fogging DBD milik PT Agromuko, perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah ini, tentang cara mengoperasikan alat sesuai standar operasional prosedur (SOP)" kata Petugas Monitoring dan Evaluasi Global Fund (GF) Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Ruli Herlindo di Mukomuko, Senin.

PT Agromuko, perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah itu sejak beberapa tahun ini melakukan pengasapan atau fogging sebagai langkah antisipasi terhadap wabah DBD di wilayah pemukiman karyawannya.

Ia menyatakan, instansinya melatih operator alat fogging DBD itu sesuai dengan surat usulan pelatihan operator alat fogging DBD dari perusahaan tersebut.

Selain itu, ia mengatakan, instansinya memberian pelatihan tentang pengendalian vektor bagi petugas poliklinik di perusahaan tersebut.

Pelatihan ini, menurutnya, untuk memberikan pemahaman kepada operator dan petugas kesehatan di poliklinik milik perusahaan tentang cara melakukan fogging, termasuk cara melakukan penyelidikan dan epideomologi (PE).

Ia menyatakan, perusahaan tersebut juga harus memiliki izin operasional agar dalam penggunaan pestisida sama dengan pestisida yang digunakan oleh dinas ini.

"Kalau tidak sama, dikhawatirkan terjadi kejadian luar biasa (KLB) DBD di daerah itu karena terjadi resistensi nyamuk DBD di wilayah pemukiman karyawan perusahaan tersebut," ujarnya.

Ia menyatakan, istansinya setuju perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah itu melakukan pengasapan sebagai langkah antisipasi terhadap nyamuk DBD, tetapi mereka harus menggunakan pestisida dari dinas tersebut.

Kalau perusahaan ingin menggunakan pestisida sendiri, harus ada uji untuk memastikan pestisida yang digunakannya dapat menyebabkan resitensi nyamuk DBD atau tidak

"Kalau memang penggunaan pestisida tersebut tidak efektif, maka perusahaan harus menggunakan pestisida dari dinas ini," ujarnya.

Pewarta: Ferri Arianto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026