Bengkulu, (Antara) - Bagi Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan, kota religius percontohan untuk Bengkulu adalah target yang dipersiapkan secara terencana.

"Pada suasana lebaran ini akan lengkap rasanya jika kita juga merencanakan Bengkulu menjadi kota religius percontohan," katanya di Bengkulu (28/7).

Dia mengatakan pihaknya membangun daerah itu dengan suasana religius demi menciptakan mental masyarakat yang sehat dengan mengamalkan norma agama.

"Landasan norma adat juga berasal dari agama, dengan masyarakat yang religius, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik, jauh dari tindakan kriminal," kata dia.

Menurut Wali Kota, dirinya sudah memulai memikirkan dan menggerakkan program religius pada awal kepemimpinannya, yakni pada awal 2013.

"Ada beberapa program yang menjadi kiat kita dan tidak hanya itu, kita akan tumbuhkan lagi, tidak hanya untuk Muslim, tetapi untuk seluruh agama," katanya.

Tidak sebagai penghias daftar dari program yang dicanangkan, namun lebih jauh, Kota Bengkulu religius juga merupakan tekad pemerintah setempat dan bukan hanya program yang akan tinggal nama.

"Kita sudah memulai, dan sekarang tinggal menumbuhkembangkan, bagaimana kota ini nantinya menjadi teladan bagi kota lainnya, kita mencoba sebagai pencetus," ucapnya.



Bengkulu-Ku Religius

Pada 2013, Pemerintah Kota Bengkulu mencanangkan program yang bernama "Delapan Tekad Bengkulu-Ku", salah satunya yakni Bengkuluku religius.

"Dalam Bengkuluku religius, banyak program-program keagamaan yang kita tumbuhkan dalam masyarakat," katanya.

Tidak hanya dalam masyarakat, program itu juga diterapkan dalam ruang lingkup pendidikan, di sekolah, mulai dari tingkat dasar sampai tingkat menengah atas.

"Seperti siswa yang Muslim diwajibkan bisa membaca Al Quran, dan yang non-Muslim memiliki program tersendiri sesuai dengan agama masing-masing," katanya.

Pada Februari 2014, Wali kota mulai menerapkan Bengkuluku religius tersebut dengan menyediakan anggaran Rp20 miliar untuk warga daerah itu yang rajin menunaikan shalat berjamaah dalam program Shalat Berhadiah, Berjamaah.

"Saya menyediakan hadiah sebuah mobil Kijang Innova bagi warga yang paling rajin ikut program ini, yakni lebih dari 52 kali shalat Dzuhur berjamaah dan paling konsisten," katanya.

Selain itu, warga yang rajin tersebut juga akan mendapatkan kesempatan naik haji dan umroh gratis.

"Bagi warga terbaik tiap kecamatan juga akan mendapatkan sembilan unit mobil Avanza untuk sembilan kecamatan, serta 67 unit sepeda motor untuk 67 kelurahan, hadiah untuk kecamatan dan kelurahan ini sumbangan berbagai donatur," katanya.

Program Shalat Dzuhur berjamaah di Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu setiap hari Rabu itu guna menumbuhkan motivasi masyarakat setempat untuk meramaikan masjid.



Nuansa Religius di Lokalisasi

Tidak hanya program religius untuk masyarakat umum, tetapi Pemerintah Kota Bengkulu berniat menyentuh sampai ke masyarakat yang identik dengan kehidupan bebas dan bahkan menjadi pekerjaan sehari-hari.

"Kami mengajak, ustaz, pendeta, biarawan dan tokoh masyarakat datang menggedor dari pintu ke pintu setiap penghuni eks lokalisasi yang masih digunakan sebagai tempat prostitusi, kita tidak bisa menerapkan seperti di Surabaya, menutup dengan memberikan biaya modal pada para PSK, karena APBD Kota Bengkulu sangat terbatas," kata Helmi.

Wali kota mengatakan menyentuh penghuni yang kerap disebut warga RT.8 itu dengan nilai agama itu lebih tepat daripada penutupan lokalisasi.

"Selain itu, kita juga waspada dengan penyebaran eks warga Dolly, Surabaya, kita tingkatkan intensitas pengawasan jalur masuk, baik jalur transportasi darat, laut, maupun udara," ucapnya.

Untuk menggiatkan kegiatan keagamaan, Pemerintah Kota Bengkulu juga mendirikan rumah ibadah di bekas lokalisasi RT.8 daerah itu.

"Beberapa waktu yang lalu, kita membangun masjid, mengajak warga menghidupkan nilai agama, dan kita berharap mereka terpanggil untuk kembali berusaha dan bekerja mendapatkan rezeki yang halal," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu mengungkapkan mereka siap memulangkan pekerja seks komersial (PSK) yang berada di eks lokalisasi di Kota Bengkulu.

"Jika mereka benar-benar ingin berhenti dan pulang ke daerah asal, kami siap membantu kepulangan mereka, seperti beberapa bulan lalu, ada tiga orang yang ingin pulang karena mereka merasa mulai ingin bekerja dengan cara yang halal di kampung halaman, jadi kami memberikan bantuan ongkos transportasi," kata Sudarto Widyoseputro.

Namun, pihaknya tidak akan melakukan tindakan represif dengan memaksa warga eks lokalisasi untuk pulang ke daerah asal masing-masing, melainkan melalui program berjangka panjang sinambung seperti di Lokalisasi Dolly Surabaya.

"Tindakan pulang paksa bukanlah solusi yang tepat, kita menunggu kesadaran mereka, yang masih tinggal di Kota Bengkulu akan dibina dengan program-program religius dari Pemkot Bengkulu," ujarnya.



Memanusiakan Manusia

Wali Kota Bengkulu menerapkan dan meminta seluruh unsur di daerah itu agar menciptakan suasana bermasyarakat yang humanis.

"Mari kita bersama-sama memanusiakan manusia, bukan membuat masyarakat menjadi tidak manusiawi, salah satu contohnya pada pembagian bantuan dari dermawan," kata Helmy.

Menurut dia banyak pembagian bantuan maupun zakat dari dermawan seperti yang terjadi di daerah lain yang akhirnya menimbulkan bencana.

"Kita lihat di daerah lain saling dorong berebut sumbangan, dan bahkan mengakibatkan kehilangan nyawa, hal seperti ini tidak memanusiakan manusia," katanya.

Dia mengatakan masyarakat yang ingin memberikan bantuan dan zakat kepada warga tidak mampu, sebaiknya melalui Badan Amil Zakat Nazional (Baznas) kota itu.

Selain itu demi menciptakan masyarakat yang humanis, Pemerintah Kota Bengkulu, menurutnya juga juga berupaya mempererat silaturahmi berbagai unsur kalangan masyarakat.

"Mungkin selama ini ada jarak diantara yang kaya dengan yang kurang beruntung secara ekonomi, pejabat dan rakyat, dan kami berupaya menutup jurang pemisah ini, dengan berbagai program religius hal tersebut kami yakini dapat diaplikasikan," katannya.

Lebih dari itu, ia meminta pejabat publik, partai politik dan masyarakat di daerah itu untuk tidak mencampuradukkan kegiatan keagamaan dangan politik. ***3***

Pewarta: Oleh Boyke LW

Editor : Triono Subagyo


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2014