Kota Bengkulu (ANTARA) - Penjabat Wali Kota Bengkulu Arif Gunadi meminta seluruh kepala sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) untuk memperketat pengawasan perkembangan siswa guna mencegah aksi kenakalan remaja.
Dia mengatakan hal tersebut sebab beberapa waktu terakhir, banyak aksi geng motor di Kota Bengkulu yang menimbulkan keresahan serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di daerah itu.
Seluruh kepsek di Kota Bengkulu juga harus dapat lebih memperhatikan tindakan kenakalan remaja lainnya, seperti pelecehan seksual dan tindakan lain yang dinilai tak benar.
"Banyak kenakalan remaja di luar sana, ada pelajar SMA, anak putus sekolah hingga pelajar SMP dan SD yang ikut serta dengan kawan-kawannya," kata Arif.
Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus berupaya melakukan pencegahan kenakalan remaja di wilayah tersebut melalui berkolaborasi dengan pihak terkait, seperti anggota kepolisian untuk melakukan patroli pada malam hari dan lainnya.
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu melakukan pembinaan terhadap 32 pelajar yang terlibat geng motor dengan didampingi orang tua, kepala sekolah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Deddy Nata mengatakan jika ada yang membawa senjata tajam kemudian melukai orang sudah tidak lagi kenakalan remaja, melainkan tindak kejahatan.
Ia menyebutkan fenomena geng motor atau kelompok pemuda di Kota Bengkulu mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat.
Oleh karena itu, fenomena geng motor tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai kenakalan remaja, melainkan tindakan yang mengarah pidana.