Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu mengimbau agar pedagang kembang api untuk tidak menjual petasan menjelang perayaan Tahun Baru 2024 karena dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan orang sekitar.

Jika para pedagang tetap nekat untuk menjual petasan, maka anggota kepolisian akan melakukan penertiban.
 
"Sekali lagi saya imbau dilarang menggunakan petasan atau mercon karena sangat berbahaya sekali. Bisa melukai bahkan menghilangkan jiwa," kata Kapolresta Bengkulu AKBP Deddy Nata di Bengkulu, Minggu.
 
Ia menyebutkan, imbauan tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan termasuk menjaga kenyamanan masyarakat Kota Bengkulu.
 
Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar seluruh masyarakat untuk bijak dalam merayakan malam pergantian tahun, khususnya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan masing-masing.
 
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk tidak menggunakan atau menyalakan petasan pada malam tahun baru 2024.
 
"Terkait dengan beberapa aktivitas yang bisa berdampak membahayakan sudah seyogyanya itu dihilangkan," terang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu Gitagama Raniputera.
 
Pada perayaan tahun baru, masyarakat dapat melakukan kegiatan yang positif pada pergantian tahun tersebut tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
 
Selain itu, dikhawatirkan terjadinya potensi bencana seperti banjir, tanah longsor dan lainnya, mengingat hingga awal 2024 diprediksi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah di Bengkulu.
 
"Namun, jika masih ada yang ingin menyalakan petasan kami mengimbau untuk berhati-hati. Karena kita tidak ingin terjadi kecelakaan atau dampak negatif yang ditimbulkan oleh petasan tersebut. Untuk itu, kita lebih menyarankan para masyarakat merayakan tahun baru dengan kegiatan-kegiatan positif," ujar dia.
 
Lanjut Gita, Pemkot Bengkulu juga meminta agar aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan pengawasan agar situasi dan kondisi perayaan tahun baru terkendali.

Pewarta: Anggi Mayasari

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2023