Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu menerangkan, sejak Januari 2024 hingga saat ini sebanyak 130 ribu warga di wilayah tersebut telah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Hingga saat ini ada 130 ribu warga Kota Bengkulu yang terdata di dalam Sistem Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) atau DTKS," kata Kepala Dinsos Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang di Kantor Wali Kota Bengkulu, Selasa.
 
Ia menyebutkan, pihaknya bersama dengan Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Bengkulu terus melakukan pemutakhiran data terkait penerima bantuan sosial (bansos).
 
Serta menyiagakan petugas operator sistem informasi kesejahteraan SIKS-NG di setiap kelurahan yang ada di Kota Bengkulu terkait DTKS.
 
Selain itu, sejak Januari hingga awal Maret 2024, pihaknya telah melakukan penghapusan atau mengeluarkan 8.000 warga dari DTKS.
 
Penghapusan DTKS tersebut dilakukan karena 8.000 warga telah memiliki penghasilan di atas upah minimum kabupaten atau kota (UMK) atau telah berpenghasilan di atas Rp2,4 juta per bulan ataupun yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
 
Dengan adanya penghapusan tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sesuai dengan domisili ASN yang terdaftar sebagai penerima bansos untuk segera dilakukan perbaikan.
 
Sahat menyatakan terus melakukan penyortiran terhadap DTKS dengan lebih selektif agar penerima bantuan sosial benar-benar warga yang miskin atau tidak mampu.
 
Sebab, banyak masyarakat miskin yang mendaftar untuk masuk dalam DTKS, bahkan dalam satu Hari mencapai 40 laporan warga miskin yang belum dimasukkan ke DTKS.
 
 
 
 

Pewarta: Anggi Mayasari

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2024