Gorontalo (Antaranews Bengkulu) - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menilai penambahan Dana Desa dirasa efektif untuk pertumbuhan desa.

"Jika kita lihat dalam tiga tahun ini sangat efektif, persoalan memang masih ada, tapi kita ketat dalam pengawasan Dana Desa," ujar menteri di Gorontalo, Sabtu.

Ia menegaskan tidak akan main-main jika ada Kepala Desa yang menyalahgunakan dan meminta agar oknum yang melakukan ditangkap.

"Tapi juga Kepala Desa tidak perlu takut, jika dia tidak bersalah dan hanya kesalahan administrasi saja, mereka tidak berhak dikriminalisasi," ungkapnya.

Ia mengaku dalam tiga tahun terakhir, pembangunan infrastruktur desa masuk yang tertinggi dalam sejarah Indonesia, dan bisa melihat desa yang terangkat dari tertinggal menjadi berkembang.

"Dari target kita yaitu 5.000 desa saat ini mencapai 15.000, tapi saya menunggu konfirmasi dari Badan Pusat Statistik (BPS)," kata dia, lagi.

Menteri mengatakan bahwa dengan latar belakang dari orang Desa, dalam tiga tahun terakhir, Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk membangun, mengentaskan kemiskinan dan stunting di desa sudah mengeluarkan Dana Desa kurang lebih Rp187 triliun.

"Tahun pertama pada tahun 2015 Dana Desa dikucurkan sebesar Rp20,67 triliun dan terus dinaikan, dan pada tahun 2018 menjadi Rp60 triliun," pungkasnya.

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018