Mukomuko (Antara Bengkulu) - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, akan bekerja sama dengan pedagang hewan ternak dalam mengoptimalkan pemanfaatan pasar hewan modern sebagai pusat jual beli sapi, kerbau, dan kambing terbesar yang dijamin kesehatannya di daerah itu.

"Sekarang kami lagi melakukan sosialisasi ke beberapa pedagang besar yang biasa dan banyak menjual sapi, kerbau, dan kambing agar mereka mau memanfaatkan pasar modern modern itu," kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Mukomuko, Elxandy, di Mukomuko, Rabu.

Ia menyebutkan, jumlah pedagang besar yang menjual sapi dan kerbau hidup itu tidak banyak di daerah itu, di Kecamatan Kota Mukomuko saja ada lima orang, belum lagi pedagang di Kecamatan Ipuh.

Mereka itu, katanya, selain menjual sapi dan kerbau hidup, juga menjual sapi dan kerbau yang telah dipotong, dan rata-rata dalam satu hari tidak kurang dari dua ekor sapi yang dipotong.

Namun, tambahnya, khusus di pasar hewan modern itu yang dijual itu adalah sapi dan kerbau hidup.

Ia menilai, langkah mengajak pedagang besar menjual sapi dan kerbau di pasar hewan modern itu agar ada nilai tawar terhadap pasar tersebut sehingga pembeli yang biasa berlangganan dengan pedagang itu ikut memanfaatkan pasar tersebut.

"Jika sudah ada penjual dan pembeli maka dengan sendirinya pasar itu ramai dikunjungi," tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, persyaratan surat kesehatan hewan yang akan dijual ke luar daerah itu harus melalui pemeriksaan kesehatan di pasar hewan modern, dan ada dua orang petugas disiapkan di pasar itu yakni petugas peternakan dan dokter hewan.

Ia menerangkan, jika aktivitas ramai di pasar hewan modern itu, maka pedagang dan pembeli juga akan menjadi tertarik untuk memanfaatkan pasar hewan modern sebagai solusi untuk membeli sapi, kerbau, dan kambing yang sehat.

Terkait dengan belum adanya fasilitas penerangan di pasar hewan modern itu, ia menyatakan, tahun ini akan dipasang.

Sementara itu, ia menjelaskan, pasar hewan modern di Desa Tanahrekah itu dibangun tahun 2009 menggunakan dana APBN.

Pewarta: Oleh Ferri Arianto
: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026