London (Antara Bengkulu) - Kopi Mandailing menjadi magnet utama dan menarik minat pengunjung Day of Open Doors atau Open House Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ), di Berlin, Jerman, pada akhir pekan ini.

Sejak dibuka pagi pukul 10.00 hingga sore, Stand Indonesia tidak pernah sepi pengunjung yang ingin mencicipiki kopi Mandailing, kata Sekretaris Dua KBRI Berlin, Purno Widodo kepada Antara di London, Selasa.

Tercatat tidak kurang dari 1.200 masyarakat Jerman singgah di Stand Indonesia   dan sebagai masyarakat peminum kopi, warga Jerman tidak menyia-nyiakan kesempatan menikmati kelezatan dan uniknya rasa kopi khas Indonesia.

Antrian pengunjung di Stand Indonesia bernuansa merah putih yang memamerkan berbagai produk ekspor unggulan, dan information desk mengenai potensi investasi, dagang, pendidikan, dan pariwisata Indonesia, dengan daya tarik utama harumnya kopi Mandailing dan berbagai penganan tradisional berhasil menembus pasar Jerman dalam beberapa tahun terakhir.

State Secretary Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ), Hans-Jürgen Beerfeltz,  menyatakan kerjasama pembangunan merupakan sektor dalam era globalisasi yang bertujuan bukan hanya kerjasama di bidang ekonomi tetapi juga kerjasama antar masyarakat Jerman dengan masyarakat seluruh negara.

Untuk itu, Hans-Jürgen Beerfeltz,  secara khusus menyampaikan terimakasih     kepada seluruh kedutaan besar yang ikut berpartisipasi dalam acara ini.  

State Secretary Beerfeltz mengunjungi Stand Indonesia dan meninjau produk yang dipamerkan sekaligus mencicipi kopi Indonesia dan menyatakan kekagumannya akan cita rasa kopi Mandailing yang sangat lezat.

State Secretary Beerfeltz menyampaikan penghargaan dan terima kasih serta apresiasinya atas partisipasi KBRI Berlin dalam acara Open House BMZ tahun ini, dan mengharapkan kerjasama yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan.      

Sementara itu, Menteri BMZ, Dirk Niebel dalam pidato penutupan secara khusus menyampaikan terima kasih atas partisipasi 55 negara mitra kerjasama teknik dan pembangunan Jerman dalam acara Open House BMZ.

Menteri Niebel mencatat positif berbagai program kerjasama yang diadakan dengan negara-negara mitra, yang berlandaskan pada prinsip kemitraan yang sejajar.

Kerjasama teknik dan pembangunan antara Indonesia dan Jerman telah      berlangsung sejak tahun 1961 dan saat ini difokuskan pada tiga sektor utama, yaitu perlindungan perubahan iklim, pengembangan sektor swasta, dan desentralisasi/good governance.

Setiap tahun KBRI Berlin tidak menyiakan kesempatan yang diberikan Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ) untuk turut berpartisipasi pada acara Open House yang diadakannya.

Pada kesempatan Open House BMZ dimanfaatkan KBRI Berlin mendiseminasikan informasi kepada masyarakat Jerman, mengenai berbagai produk ekspor unggulan, daya tarik pariwisata, kerjasama pendidikan, serta peluang investasi di Indonesia.

Promosi terpadu  dilakukan KBRI Berlin dalam berbagai kesempatan diantaranya    dengan menampilkan rancak ragam budaya Indonesia yaitu Pencak Silat yang  digemari di Jerman serta tari Rantak.

Berbagai demonstrasi dari pencaksilat yang juga melibatkan masyarakat Jerman mulai dari usia enam tahun hingga 60 tahun tersebut, tak urung mendulang berbagai pujian dan tepuk tangan.

Tari Rantak Minang Kabau dengan dasar gerakan Pencak Silat, dibawakan secara enerjik oleh tiga penari binaan KBRI Berlin mendapat apresiasi tinggi dari  pengunjung. KBRI Berlin juga menayangkan film promosi pariwisata Wonderful Indonesia. (Antara)



Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026