"Sejak aktif nelakukan konservasi penyu mulai tahun 2009 hingga 2013, kelompok konservasi penyu di Desa Ratak Ilir telah berhasil melepas tukik atau anak penyu sebanyak 8.000 ekor," kata dia di Mukomuko, Senin.
Ia mengatakan hal itu saat menyampaikan sambutan dalam rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Kabupaten itu.
Rapat paripurna yang digelar di ruang DPRD setempat itu, dihadiri oleh perwakilan bupati yang tersebar di 10 kabupaten/kota di provinsi setempat.
Ia mengatakan, patut berbangga karena satu-satunya konservasi penyu yang aktif di provinsi setempat ada di daerahnya.
Konservasi penyu itu, kata dia, dikelola dengan baik oleh kelompok penyu lestari di Desa Retak Ilir, Kecamatan Ipuh.
Menurut dia, pemerintah setempat akan terus memfasilitasi upaya yang dilakukan oleh kelompok penyu ini melalui penyediaan sarana dan prasarana.
Selanjutnya, pihaknya juga berencana melakukan pengawasan habitat dilindungi itu menggunakan payung hukum peraturan daerah (Perda).
Ia berharap, dengan keberadaan perda itu dapat mengurangi ancaman kematian terhadap satwa itu.
Selain itu, ia mengimbau, warga tidak membunuh satwa itu. Silahkan ambil telurnya tetapi jangan bunuh induknya. (Antara)
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.