Mukomuko (Antara) - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tahun ini akan mendata jumlah hewan ternak yang dipelihara oleh kelompok maupun milik perorangan di daerah itu.

"Kami akan mendata jumlah hewan ternak di daerah ini," kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan (DP3K) Kabupaten Mukomuko, Jumadi, di Mukomuko, Jumat.

Ia mengatakan, jumlah populasi hewan ternak sapi, kerbau, kambing, dan unggas di daerah itu tidak bisa dipastikan. Karena setiap saat jumlah dapat berubah.

Namun, katanya, instansi itu punya perkiraan kasar jumlah unggas di peliharaan perorangan di daerah itu, dengan rata-rata sebanyak 10 ekor ayam dan itik per keluarga warga setempat.

Begitu juga, lanjutnya, jumlah sapi di daerah itu yang diperkirakan sekitar 4.000 ekor tetapi kenyataan di lapangan ternyata mencapai 15.000 ekor lebih.

"Di Kecamatan Kota Mukomuko saja, jumlah sapi peliharaan kelompok dan perorangan mencapai 3.000 ekor lebih. Belum lagi 14 kecamatan lainnya," ujarnya lagi.

Ia mengatakan, data jumlah sapi mencapai 15.000 ekor lebih itu hampir mendekati data jumlah sapi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik sebanyak 17.000 ekor.

Ia yakin, jumlah sapi sekarang lebih dari 17.000 ekor. Perkembangannya sekarang ini sudah mencapai 20.000 ekor.

Ia menerangkan, pihaknya sebenarnya merasa malu karena saat rapat koordinasi bidang peternakan di pusat, instansi itu tidak punya data akurat jumlah hewan ternak.

Padahal, lanjutnya, jumlah hewan ternak sapi di daerah itu sangat banyak. Bahkan banyak sapi dari daerah itu yang dijual untuk hewan kurban di Provinsi Sumatera Barat.

Untuk itu, ia mengatakan, data dari BPS tersebut akan digunakan oleh instansi itu untuk turun ke lapangan guna mendata lagi jumlah hewan ternak tersebut. ***3***



: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026