Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) berjalan di dekat bendera partai politik peserta Pemilu 2024 di Kantor KPU, Jakarta, Senin (1/5/2023). KPU mulai membuka pendaftaran bakal calon anggota legislatif, yakni DPR, DPD, dan DPRD untuk Pemilu 2024 yang akan berlangsung hingga 14 Mei 2023. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Sejauh ini, calon anggota legislatif dan calon presiden-wakil presiden biasanya tidak akan melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji seperti politik identitas, primordial, kampanye negatif, bahkan kampanye hitam.
Para peserta pemilu tersebut, khususnya calon presiden dan wakil presiden, sudah pasti menunjukkan kecakapan, kapabilitas, dan kualitas mereka dengan menyuguhkan program, visi dan misi yang berbobot.
Namun persoalannya berada di tingkat bawah, terhadap para tim sukses, tim kampanye, simpatisan dan pendengung atau buzzer. Mereka mendukung dengan cara mereka sendiri, yang hal itu tentunya tidak akan terawasi seluruhnya oleh para calon peserta pemilu.
Tim sukses dan simpatisan bisa saja melakukan tindakan-tindakan yang menjadi pemantik terjadinya keterbelahan di tengah masyarakat. Penggunaan politik identitas, primordial, kampanye hitam, menyerang kandidat lain, tentunya dapat membuat kegaduhan dan masyarakat juga terbawa arus dalam hiruk-pikuk tersebut.
Oleh karena itu, perlu komitmen mencegah polarisasi dari pihak-pihak tersebut agar berkampanye dengan menunjukkan dukungan dengan cara-cara beretika, santun, dan mengedepankan visi dan misi para calon dalam meyakinkan masyarakat agar mau memberikan suara untuk calon yang mereka perjuangkan.
Komitmen tersebut harus dimulai dari sekarang, sebelum ditetapkannya para calon peserta pemilu dan dimulainya tahapan kampanye. Komitmen harus dimulai sedini mungkin, agar benih-benih potensi polarisasi, benar-benar dapat diredam.
Mencegah
Akademikus Universitas Bengkulu Dr. Sugeng Suharto menyebutkan sebenarnya potensi polarisasi dapat dicegah dan diminimalkan dengan pertarungan pemilu presiden yang tidak harus saling berhadap-hadapan antar-dua pasang kandidat.