Menurut Ramdani, di Mukomuko, Senin, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jadwal musim hujan di daerah itu mulai pertengahan bulan September 2015.
"Sesuai jadwal dari BMKG, musim hujan di daerah ini tepat pada bulan September tahun ini, dan akhir bulan ini puncaknya," ujarnya.
Hujan ini berdampak positif untuk mengurangi polusi udara akibat asap yang berasal dari kebakaran lahan gambut yang melanda daerah itu sejak sebulan terakhir.
Selain itu, katanya, hujan ini juga bertahap dapat mengatasi krisis air bersih yang dialami oleh mayoritas warga masyarakat di daerah itu.
Ia berharap, hujan rutin mengguyur daerah itu dan memadamkan sisa api yang membakar lahan gambut di Kecamatan Kota Mukomuko.
Warga Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko Muklis mengatakan sudah lama sekali menantikan hujan sebab mayoritas sumur gali sudah banyak yang kering sehingga mengandalkan sumur tetangga yang masih berair.
Ia berharap, hujan rutin turun agar warga tidak mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.***4***
Pewarta: Ferri AriantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.