Bengkulu (Antara) - Kepolisian Daerah Bengkulu melakukan tes postmortem korban longsor di Kabupaten Bengkulu Utara yang ditemukan Minggu sore (6/12).

Ketua Tim DVI Polda Bengkulu AKBP Andri B di Bengkulu, Senin, mengatakan korban longsor sebelumnya dibawa menggunakan helikopter dari lokasi bencana dan sampai di Posko PostMortem RS M Yunus Bengkulu, sekira pukul 15.30 WIB.

Data postmortem adalah informasi fisik yang diperoleh melalui identifikasi setelah korban meninggal. Seperti sidik jari, golongan darah, konstruksi gigi dan foto korban pada saat ditemukan lengkap dengan barang-barang yang melekat di tubuhnya, termasuk isi kantong pakaiannya.

"Nanti akan kita cocokkan hasil antemortem dari pihak keluarga dengan hasil postmortem," kata dia.

Tes antemortem terhadap korban ke empat yang ditemukan tim pencari telah dilakukan di Posko di Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara.

"Besok akan kita rilis status dan identitas jenazah yang telah ditemukan," katanya.

Antemortem adalah data-data fisik khas korban sebelum meninggal, seperti pakaian atau aksesoris yang terakhir kali dikenakan, barang bawaan, tanda lahir, tato, bekas luka, cacat tubuh, foto diri, berat dan tinggi badan, serta sampel DNA.

Bencana longsor itu terjadi di Dusun Karang Sulu, Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Kamis dini hari (3/12).

Sesuai dengan ciri fisik dari yang dijelaskan keluargaa, satu korban bencana longsor yang ditemukan menurut Sekretaris BPBD Bengkulu Utara, Sudiro, bernama Anton (24).

"Korban sudah berhasil dievakuasi, dari lokasi longsor," kata dia.

Dengan ditemukan korban meninggal atas nama Anton, tim pencari sudah menemukan empat dari 18 warga yang tertimbun longsor.

Hujan deras yang terjadi menjadi penyebab longsor di Dusun Karang Sulu. Sebanyak 18 orang warga beserta sekitar 20 rumah pondok yang berlokasi di kebun warga ikut tertimbun longsor.

"Tiga korban yang ditemukan sebelum Anton, yakni dua yang meninggal dunia dan seorang selamat namun mengalami patah kaki," ujarnya.

Saat ini diperkirakan masih ada 14 orang yang masih dalam pencarian tim SAR gabungan. ***4***

Pewarta: Boyke LW
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026