Kota Bengkulu (ANTARA) - Kelinci belang Sumatra bukanlah kelinci biasa yang sering kita temui di kebun atau sebagai hewan peliharaan. Satwa ini merupakan spesies endemik yang hanya dapat ditemukan di hutan-hutan Sumatra, khususnya di wilayah pegunungan Bukit Barisan.
Menariknya, kelinci ini lebih sering tertangkap kamera jebak para peneliti dibandingkan terlihat langsung di alam liar. Oleh karena itu, pertemuan seorang pendaki dengan kelinci ini dapat dikatakan sebagai kejadian yang sangat langka.
Kelinci belang Sumatra (Nesolagus netscheri) adalah salah satu hewan endemik Pulau Sumatra yang sangat sulit ditemukan. Berdasarkan penelitian, satwa ini hidup di kawasan pegunungan Bukit Barisan, Sumatra.
Sayangnya, keberadaan kelinci belang Sumatra semakin hari semakin terancam. Faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah perusakan habitat alami mereka. Hutan-hutan yang menjadi rumah bagi kelinci ini semakin berkurang akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan dan permukiman.
Baca juga: Warga serahkan dua kelinci Sumatera ke BKSDA Bengkulu
Baca juga: BKSDA tidak temukan TKP pembunuhan beruang madu di Mukomuko
"Tolong jangan sebutkan nama gunungnya, takut ada orang yang tidak bertanggung jawab mencari dan menangkapnya," tulis salah satu pengguna Instagram, @rahadian***, dalam unggahan @mountnesia pada Selasa (4/2/2025).
Dalam video yang diunggah, tampak seekor kelinci belang Sumatra sedang melompat-lompat di tengah kegelapan malam.
Kelinci tersebut memiliki warna cokelat dengan garis-garis hitam di sekujur tubuhnya, yang menjadi alasan mengapa hewan ini dijuluki "kelinci belang".
Pemerintah Indonesia telah menetapkan kelinci belang Sumatra sebagai satwa dilindungi. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi, tepatnya pada nomor 72.
Dengan status ini, masyarakat dilarang menangkap, memperdagangkan, atau mengganggu habitatnya. Jika dilanggar, pelaku dapat dikenakan sanksi hukum yang berlaku.
Kelinci belang Sumatra secara luas dianggap sebagai salah satu spesies kelinci paling langka di dunia. Populasinya masih belum diketahui secara pasti, tetapi hewan ini dikategorikan sebagai spesies yang sangat langka.
Baca juga: 22 pesepeda uji coba trek downhill di Tahura Bukit Barisan
Baca juga: Menunggu tol Bengkulu-Palembang, penghubung strategis Pulau Sumatera
Lukisan Kelinci Berusia 300 Tahun Yang Curi Perhatian
Pewarta: Azizah Amelia KartikaEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026