Dalam pemberitaan di Antaranews, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menyebutkan dua orang meninggal dunia dalam pendakian Puncak Cartensz Pyramid.
"Benar ada dua pendaki (perempuan) asal Jakarta dan Kota Bandung (sesuai domisili KTP) meninggal dunia karena mengalami hipotermia," kata AKBP Billyandha di Timika, Papua Tengah, Minggu.
Satu jenazah bernama Elsa Laksono telah dievakuasi ke RSUD Mimika. Seorang lagi, lanjut dia, bernama Lilie Wijayanti Poegiono. Dijadwalkan akan dievakuasi pada hari Senin (3/3).
Elsa Laksono meninggal dunia saat perjalanan turun dari Puncak Carstenz Pyramid karena indikasi terkena gejala acute mountain sickness (AMS). Korban dievakuasi ke RSUD Mimika pada pukul 06.10 hingga 09.26 WIT.
Lilie Wijayanti Poegiono dinyatakan meninggal dunia nuga terkena gejala AMS saat turun dari Puncak Gunung Carstenz Pyramid pada hari Sabtu (1/3) sekitar pukul 02.07 WIT setelah dievakuasi oleh rekan dan guide pendamping di Teras Dua.
Direncanakan kedua korban itu akan diterbangkan ke Jakarta pada hari Senin (3/3) dengan menggunakan pesawat Lion Air.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan bahwa 13 orang pendaki Puncak Cartensz Pyramid, Pegunungan Jayawijaya, Mimika, Papua Tengah dalam kondisi selamat termasuk Fiersa Besari bersama tiga orang warga negara asing (WNA).
"Fiersa bersama tiga WNA asal Turki dan Rusia selamat," Kepala Kantor SAR Timika I Wayan Suyatna yang dikonfirmasi dari Jakarta.
Fiersa Besari yang merupakan musisi asal Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat sekaligus juga sebagai pegiat kegiatan alam terbuka itu masuk dalam daftar 15 orang tim pendaki Puncak Cartensz Pyramid yang dilaporkan ke Basarnas pada Minggu dini hari pukul 00.46 WIT membutuhkan pertolongan evakuasi.
Sebelumnya para pendaki itu mengalami kondisi berbahaya. Kata Wayan, berdasarkan keterangan yang diperoleh tim SAR, hal itu terjadi karena diduga ada anggota tim terkena gejala AMS (acute mountanin sicknes) saat perjalanan turun setelah summit di bawah puncak atau sebelum melintasi lintasan jembatan tali (tyrolean).
Wayan menjelaskan bahwa pendaki yang selamat itu antara lain adalah Fiersa Bestari, Indira Alaika, Furki, Poegiono, Saroni, Ludy Hadiyanto, dua WNA Turki, dan satu WNA Rusia.
Selain itu kelima orang guide atau pemandu pendakian atas nama Nurhuda, Alvin Perdana, Arlen Kolinug, Jeni Dainga dan Ruslan juga dipastikan selamat.
"Fiersa, korban yang selamat sudah berada di Basecamp Lembah Kuning," kata dia.
Sementara untuk dua pendaki lainnya yakni Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti dinyatakan Basarnas menjadi korban meninggal dunia.
"Untuk korban meninggal dunia atas nama Elsa Laksono pagi tadi sudah berhasil dievakuasi menggunakan helikopter, termasuk tiga korban selamat, saat ini sudah ada di RSUD Timika," kata dia.
Wayan menyebutkan bahwa sampai pukul 15.00 WIT sore tadi evakuasi dihentikan sementara dikarenakan cuaca yang tidak mendukung, dan rencana pelaksanaan evakuasi dilanjutkan pada Senin (2/3) terhadap terhadap tim pendaki yang meninggal dunia atas mama Lilie Wijayanti dan para pendaki yang selamat.
Proses evakusasi ini turut melibatkan tim petugas gabungan dari TNI AD Timika, TNI AL Timika, Brimob Timika, Polsek Tembagapura dan petugas PT Freeport Indonesia.
Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono merupakan teman dekat satu SMA yakni SMA Dempo Malang, Jawa Timur, yang memiliki hobi sama mendaki gunung.
Kini, Mamak Pendaki rebah dalam dekapan Cartenz Pyramid. Selamat jalan menuju pengembaraan abadi.
