Kota Bengkulu (ANTARA) - Jika Sobat ANTARA mencari destinasi wisata murah meriah namun penuh pengalaman seru di Bengkulu, Pantai Batu Tahu bisa menjadi pilihan tepat. Dengan tiket masuk gratis hanya bayar parkir, pengunjung bisa menikmati panorama laut biru yang luas, melihat burung-burung berterbangan, hingga menyaksikan indahnya matahari tenggelam.
Umumnya di Kota Bengkulu, pantai gratis hanya bayar parkir Rp2 ribu untuk motor dan Rp3 ribu bagi kendaraan roda empat seperti mobil.
Pantai Batu Tahu terletak tidak jauh dari pusat kota Bengkulu, sehingga mudah dijangkau baik oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.

Nama “Batu Tahu” sendiri diyakini berasal dari bentuk bebatuan pemecah ombak di sepanjang bibir pantai yang sekilas mirip dengan potongan tahu. Sejak puluhan tahun lalu, komposisi bebatuan ini dibangun untuk menahan abrasi, namun seiring waktu justru menjadi ikon unik dan daya tarik tersendiri. Ini mirip di pantai-pantai lain di Indonesia, seperti Pantai Glagah di Yogyakarta.
Baca juga: Lemang tapai, hidangan wajib di perayaan adat dan wisata kuliner Bengkulu
Baca juga: Menembus jalan terjal, menemukan keindahan air terjun Trimuara Karang
Pantai batu tahu menampilkan laut biru yang luas sejauh mata memandang, apalagi saat cerah di penghujung hari menjelang matahari terbenam. Pengunjung bisa duduk santai di atas batu sambil merasakan hembusan angin laut.
Tidak hanya itu, Pantai Batu Tahu juga kerap menjadi arena bermain surfing atau berselancar bagi anak muda Bengkulu. Ombaknya yang tidak terlalu besar namun konsisten cukup menantang bagi pemula. Dari kejauhan, tampak beberapa peselancar menikmati gulungan ombak sambil disaksikan para wisatawan.
Keindahan lain yang bisa dinikmati adalah pemandangan burung-burung yang beterbangan di sekitar pantai. Suasana ini menambah kesan alami dan menenangkan bagi siapa pun yang berkunjung. Banyak pengunjung yang datang bukan hanya untuk bermain air, tetapi juga sekadar duduk, memotret, atau menikmati hembusan angin laut sembari mendengarkan deburan ombak.
Pantai Batu Tahu juga terkenal sebagai spot memancing favorit. Beberapa warga sekitar kerap terlihat duduk di atas batu pemecah ombak dengan kail sederhana, menunggu ikan menyambar umpan. Selain itu, salah satu momen paling ditunggu wisatawan adalah saat matahari tenggelam. Sinar jingga keemasan yang memantul di permukaan laut menghadirkan pemandangan romantis yang sayang untuk dilewatkan.
Salah satu pengunjung, Rizal (28), warga Bengkulu, mengaku sering datang ke Pantai Batu Tahu untuk melepas penat setelah bekerja. “Tempat ini sederhana tapi menyenangkan. Tiketnya murah, bisa lihat sunset, dan kalau beruntung bisa lihat anak-anak surfing. Rasanya tenang sekali duduk di sini sore hari,” ujarnya.

Bukan hanya pengunjung, pedagang yang mencari nafkah di sekitar pantai juga merasakan manfaat dari ramainya wisatawan. Herman (45), pedagang es di sekitar area pantai, mengaku bahwa akhir pekan selalu membawa rezeki tambahan. “Kalau sore ramai sekali, terutama kalau cuaca cerah. Banyak yang beli minuman sambil duduk menikmati sunset. Pantai ini benar-benar jadi sumber kehidupan bagi kami pedagang kecil,” tuturnya.
Baca juga: Pemkot Bengkulu-Pemkab Rejang Lebong kerja sama pemasaran paket wisata
Baca juga: Pemkab Rejang Lebong luncurkan venue paralayang di lokasi wisata
Sementara itu, Nisa (24), pengunjung asal Bengkulu, Pantai Batu Tahu punya keunikan tersendiri dibanding pantai lain. “Yang bikin spesial itu suasananya. Bisa duduk di batu-batu, lihat burung terbang, terus nunggu sunset. Masuknya cuma dua ribu, tapi rasanya lebih dari itu,” katanya sambil tertawa kecil.
Sejarah Pantai Batu Tahu tidak bisa dilepaskan dari pembangunan batu pemecah ombak yang dilakukan pemerintah pada masa lalu untuk mengurangi abrasi laut. Dari sanalah muncul julukan “Batu Tahu” karena bentuknya yang menyerupai tahu kotak. Seiring berjalannya waktu, pantai ini menjadi tempat berkumpul masyarakat lokal untuk bersantai dan kini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata populer di Bengkulu.
Dengan potensi alam yang indah, tiket masuk yang murah, serta aktivitas beragam yang bisa dilakukan, Pantai Batu Tahu menyimpan peluang besar untuk lebih dikembangkan. Jika fasilitas pendukung ditingkatkan, seperti area bermain anak, spot foto modern, dan kios kuliner yang lebih tertata, pantai ini bisa menjadi magnet wisata yang lebih besar.
Bagi masyarakat Bengkulu, Pantai Batu Tahu bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan juga bagian dari identitas kota yang selalu dirindukan. Pemandangan laut biru, burung-burung beterbangan, hingga sunset yang menawan membuat pantai ini tetap istimewa meski hanya berbiaya Rp2.000.
Seperti kata Nisa di akhir wawancaranya, “Kalau lagi suntuk, cukup datang ke Batu Tahu. Duduk sebentar, lihat laut, semua capek bisa hilang”.
Dengan segala daya tariknya, Pantai Batu Tahu membuktikan bahwa wisata sederhana pun bisa memberikan pengalaman berkesan. Sebuah tempat di mana alam, manusia, dan kehidupan sehari-hari menyatu dalam harmoni.
Baca juga: Pemprov Bengkulu tingkatkan daya saing wisata pulau terluar Enggano
Baca juga: Wamen Pariwisata: Danau Dendam Bengkulu miliki potensi wisata menarik
Mengunjungi ekowisata Air Terjun Batu Cincin Suku Rejang di Bengkulu
