Kepahiang, Bengkulu (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Rejang Lebong yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu, memastikan stok bahan pangan pokok di wilayah kerja khususnya Kabupaten Kepahiang, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pemimpin Cabang Bulog Rejang Lebong A Musalim Yudha saat dihubungi di Rejang Lebong, Jumat menyatakan, komitmennya untuk mendukung penuh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kepahiang dalam menjaga stabilitas harga pangan, sehingga tidak ada gejolak di masyarakat memasuki hari besar keagamaan di wilayah itu.

"Bulog akan berupaya optimal dalam pengendalian inflasi khususnya di Kabupaten Kepahiang dengan menyediakan pasokan bahan pangan pokok seperti beras SPHP, Minyakita, dan gula pasir agar harga lebih stabil di tengah meningkatnya kebutuhan di bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2026," kata dia.

Dia menjelaskan, saat ini stok beras yang dikelola pihaknya mencapai 1.832 ton, sementara untuk stok minyak goreng merek Minyakita tersedia sebanyak 490.000 liter. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pasar.

Sedangkan langkah-langkah yang disiapkan pihaknya bersama dengan Pemkab Kepahiang, kata dia, dalam waktu dekat akan melaksanakan pasar murah yang berfokus pada komoditas rentan inflasi.

Bulog memastikan seluruh produk, baik beras SPHP, minyak goreng, maupun gula pasir, akan dilepas ke masyarakat dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dia berharap, kalangan masyarakat Kabupaten Kepahiang dan dua kabupaten lainnya yang berada di wilayah kerja Bulog Cabang Rejang Lebong yakni Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong tidak panik, karena pihaknya akan menyiapkan sejumlah bahan pokok dalam rangka mengantisipasi lonjakan harga saat memasuki bulan puasa Ramadhan dan mendekati Idul Fitri mendatang.

Sebelumnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kepahiang, tambah dia, telah menggelar rapat koordinasi di aula Pemda Kepahiang pada Rabu (18/2), sebagai langkah antisipatif untuk memetakan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Melalui sinergi lintas sektor ini, pemerintah daerah optimistis gejolak harga dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga pangan yang signifikan.



Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026