Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Rejang Lebong yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu saat ini telah melakukan penyerapan beras petani di wilayah itu sebanyak 221 ton.
Pimpinan Kantor Cabang Perum Bulog Rejang Lebong A Musalim Yudha dalam keterangan tertulisnya di Rejang Lebong, Minggu, mengatakan pihaknya pada tahun ini menargetkan penyerapan beras petani dari tiga kabupaten yang meliputi Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang dan Kabupaten Lebong sebanyak 1.320 ton.
"Hingga tanggal 24 Januari 2026 kemarin, realisasi penyerapan mencapai 221 ton setara beras. Capaian ini menunjukkan keseriusan Bulog dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus menjamin ketersediaan stok pangan pemerintah," kata dia.
Dia menjelaskan, gabah dan beras petani yang diserap pihaknya tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Lebong yang menjadi salah satu sentra produksi padi di Provinsi Bengkulu.
"Untuk gabah kering panen atau GKP, kita beli dari petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, dan untuk beras sebesar Rp12.000 per kilogram," terangnya.
Menurut dia, dalam rangka mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di Kabupaten Lebong, Bulog Rejang Lebong telah menggandeng penggilingan padi lokal serta telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Lebong, kemudian Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Lebong, dan TNI Kodim 0409/Rejang Lebong.
"Sinergi lintas sektor ini dilakukan guna memastikan penyerapan gabah petani berjalan lancar dan tepat sasaran. Pada musim panen tahun 2026 ini, Bulog Rejang Lebong siap menyerap hasil panen petani sehingga tidak ada harga gabah maupun beras yang berada di bawah HPP," tegasnya.
Ditambahkan A Musalim Yudha, berdasarkan prediksi pihaknya musim panen di Kabupaten Lebong akan berlangsung hingga akhir Maret 2026. Untuk itu pihaknya telah memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya guna menyerap hasil panen petani secara optimal selama periode panen berlangsung.
"Melalui langkah ini, Perum Bulog Kantor Cabang Rejang Lebong menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan, melindungi harga di tingkat petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional tahun 2026," demikian A Musalim Yudha.
