Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong, Bengkulu, berhasil memediasi perkelahian dua pelajar perempuan tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah itu yang videonya sempat viral di media sosial.

Kasi Humas Polres Rejang Lebong AKP M Hasan Basri saat dihubungi di Rejang Lebong, Senin, mengatakan perkelahian tersebut melibatkan siswi kelas IX SMPN 22 Rejang Lebong berinisial SCP dan SMP yang dipicu oleh perselisihan melalui pesan singkat.

"Alhamdulillah pada Minggu (3/5) malam sekitar pukul 21.00 WIB perkelahian ini bisa dimediasi dan kedua belah keluarga sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan," kata AKP Hasan Basri.

Dia menjelaskan kronologis kejadian bermula pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, kedua pelajar yang merupakan warga Desa Pagar Gunung, Kecamatan Bermani Ulu itu terlibat perkelahian dipicu masalah sepele, yakni terkait pengembalian celana pinjaman yang dianggap masih kotor.

Kedua remaja putri yang terlibat perkelahian ini, kata dia, kemudian sepakat bertemu untuk berkelahi di halaman SMPN 22 Rejang Lebong di Desa Air Pikat.

"Dalam rekaman yang viral, perkelahian satu lawan satu itu disaksikan oleh rekan-rekan mereka. Ada yang berupaya melerai, namun ada juga yang justru merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel," terangnya.

Merespons video viral ini petugas Polsek Bermani Ulu beserta Bhabinkamtibmas langsung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memanggil orang tua dari kedua belah pihak, termasuk orang tua dari pelajar yang merekam kejadian tersebut.

Dalam proses mediasi yang dihadiri perangkat desa setempat, kedua orang tua sepakat untuk tidak melanjutkan permasalahan ini ke ranah hukum dan tidak saling menuntut.

"Orang tua kedua pelaku sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Untuk biaya pengobatan akibat perkelahian tersebut akan ditanggung bersama oleh kedua orang tua," ujar Kasi Humas.

Selain itu, pelajar dan orang tua yang membiarkan serta merekam perkelahian tersebut juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak yang bertikai. Mereka berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa yang dapat memperkeruh situasi di media sosial.



Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026